Pedagang Sambut Baik Rencana Renovasi Pasar Barukoto I
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi saat check langsung Pasar Barukoto I Kota Bengkulu (10/3) (foto: Awang Konaevi/repoeblik.com)

Warga Sindir Wali Kota Bengkulu: Mahasiswa Disuruh Wirausaha, Modalnya Mana?

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Ajakan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi agar mahasiswa tidak hanya bercita-cita menjadi pegawai negeri sipil (PNS), menuai sindiran warga. Aktivis perempuan Fatayat NU, Aidah, menyoroti soal keberpihakan pemerintah terhadap permodalan wirausaha.

“Dapat bantuan modal juga nggak dari wali kota atau cuma ngasih motivasi aja, Bang?” tulis Aidah, alumni S2 UINFAS Bengkulu, melalui pesan WhatsApp, Sabtu (20/9/25).

Aidah menambahkan, modal bukan semata-mata berupa uang. Menurutnya, pemerintah juga perlu menyediakan lahan usaha strategis yang bisa diakses gratis oleh masyarakat, khususnya mahasiswa dan pelaku usaha muda.

“Modal bukan hanya berupa uang, tapi juga lahan dagang yang disediakan gratis oleh pemerintah. Banyak usaha akhirnya mangkrak karena tidak ada lahan strategis. Belum lagi adanya oknum-oknum yang meminta uang keamanan,” tegasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Dedy menyampaikan pesannya saat memberi sambutan dalam acara Orientasi Study Mahasiswa Baru (OSMB) Universitas Terbuka (UT) di Mercure Hotel. Ia meminta mahasiswa mengubah pola pikir agar tidak terpaku pada profesi PNS.

“Jangan pernah berpikir kuliah untuk jadi PNS. Apalagi di Kota Bengkulu pemerintah meminimalisir penerimaan PNS. Harus berpikir wirausaha, berpikir menciptakan lapangan usaha, asah kemampuan kalian,” kata Dedy.

Menurut Dedy, kesuksesan seseorang diukur dari kemampuan beradaptasi dan memberi dampak positif bagi lingkungannya.

“Orang sukses itu orang yang cerdas dalam beradaptasi di mana pun dia berada, bisa menyenangkan orang-orang sekitar, baik di komunitas, lingkungan kerja, perkuliahan, maupun tempat tinggal,” ujarnya.

Dedy juga menegaskan Universitas Terbuka adalah lembaga pendidikan resmi yang memberi fleksibilitas bagi mahasiswa untuk kuliah di tengah kesibukan. Ia bahkan mengaku tertarik untuk menjadi mahasiswa UT karena ingin terus belajar.

Komentar Aidah menjadi catatan kritis bahwa arahan menuju wirausaha perlu dibarengi langkah konkret pemerintah daerah, baik berupa akses permodalan maupun penyediaan ruang usaha strategis yang bebas pungutan liar.

Gambar Gravatar
Wartawan berita daerah yang konsisten mengikuti perkembangan isu regional, kebijakan pemerintah setempat, serta berbagai peristiwa penting di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *