Alaku

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi Luncurkan Dua Program Baru untuk Calon Pengantin

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi (Foto: dok. Pemkot Bengkulu)

BengkuluWalikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, baru-baru ini meluncurkan dua program baru yang bertujuan untuk mendukung masyarakat yang akan menikah. Program pertama, yang merupakan bagian dari gerakan menanam buah (GENAMBAH), mewajibkan pasangan calon pengantin (catin) untuk menanam satu bibit pohon berbuah sebelum melangsungkan pernikahan. Penanaman pohon ini dapat dilakukan di pekarangan rumah atau tempat lainnya sesuai permintaan catin, dengan tujuan untuk mendukung kelestarian lingkungan dan sebagai simbol doa agar pernikahan yang akan dibina menjadi langgeng dan penuh berkah.

Program kedua adalah ‘sekolah menikah’, yang dirancang untuk membekali calon pengantin dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menjalani kehidupan pernikahan yang harmonis. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat menurunkan angka perceraian di Kota Bengkulu, yang menjadi perhatian khusus Walikota. Dedy Wahyudi menegaskan bahwa perceraian yang tinggi berpotensi meningkatkan risiko stunting pada anak-anak, karena dapat mengganggu stabilitas keluarga dan pemenuhan kebutuhan gizi yang optimal.

“Perceraian di Kota Bengkulu ini tinggi. Nyo cerai, anak terlantar, tidak di urus, maka jadi stuntinglah. Maka itu, butuh penanganan secara holistik menyelesaikan masalah ini,” ungkap Dedy Wahyudi, (15/8).

Untuk mendukung penanaman pohon, pihak Lurah diharapkan memberikan informasi kepada calon pengantin agar mereka mengetahui dan dapat mengikuti program tersebut. Calon pengantin dapat menanam pohon di rumah atau di lokasi lain yang disetujui, dan kemudian mengirimkan bukti penanaman melalui video kepada Lurah atau Kepala KUA setempat.

Kemenag Kota Bengkulu Dukung Penuh Inisiatif Walikota

Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu memberikan dukungan penuh terhadap kedua program ini. Kepala Kemenag Kota Bengkulu, Nopian Gustari, menyatakan bahwa pihaknya siap untuk bekerja sama dengan pemerintah Kota Bengkulu untuk mensukseskan program tersebut. Menurut Nopian, ini adalah langkah yang inovatif dan patut dicontoh, karena baru Kota Bengkulu yang mengusung ide seperti ini.

“Melalui penanaman ini, para catin yang akan melaksanakan pernikahan itu kita minta dia untuk mendoakan dirinya sendiri melalui bumi. Bumi akan mendoakan dengan penuh cinta pohon yang dia tanam,” jelas Nopian mengenai makna di balik penanaman pohon.

Selain itu, Nopian juga menilai program ‘sekolah menikah’ sangat penting untuk menekan angka perceraian di Kota Bengkulu yang cukup tinggi. Dengan program ini, diharapkan calon pengantin akan memiliki pemahaman yang lebih baik dalam membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Kedua program ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan bagi pasangan yang akan menikah, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan serta memperkuat stabilitas keluarga di Kota Bengkulu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan