Bengkulu – Pembangunan jembatan gantung di Kelurahan Taba Penanjung terus dikebut seiring ketersediaan material yang dipastikan aman oleh jajaran TNI AD melalui Kodim 0407/Kota Bengkulu.
Babinsa setempat, Serda Marian Holi, mengatakan proyek tersebut merupakan bagian dari program Jembatan Perintis Garuda TNI AD yang kini memasuki tahapan lanjutan tanpa hambatan berarti di lapangan.
“Ketersediaan material sejauh ini aman dan tidak ada kendala. Tim teknis juga terus berkoordinasi dengan satgas untuk memastikan kebutuhan terpenuhi tepat waktu,” ujar Holi saat ditemui di lokasi pembangunan, Senin (27/4/26).
Ia menjelaskan, jembatan gantung yang dibangun ini merupakan pengganti jembatan lama yang sudah tidak layak digunakan, termasuk materialnya yang tidak bisa dimanfaatkan kembali.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat vital bagi aktivitas warga, khususnya sebagai akses menuju lahan pertanian serta jalur alternatif penghubung antara Kelurahan Taba Penanjung dan Desa Bajak 1.
“Kami berupaya membantu kebutuhan masyarakat. Jembatan ini menjadi akses penting bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” katanya.
Secara teknis, jembatan gantung itu dirancang memiliki panjang 120 meter dengan lebar 1,2 meter, dan akan dimanfaatkan oleh sekitar 346 kepala keluarga di wilayah tersebut.
Holi menambahkan, sinergi antara tim teknis dan satuan tugas di lapangan menjadi kunci percepatan pembangunan agar proyek dapat selesai sesuai target.
Ia berharap, dengan dukungan material yang memadai dan kerja sama yang solid, pembangunan jembatan gantung Taba Penanjung dapat rampung tepat waktu dan segera dimanfaatkan masyarakat.





