Setahun Kerja Nyata, Wajah Kota Bengkulu Berubah dari Jalan Lingkungan hingga Ikon Publik

Bengkulu – Dalam waktu satu tahun terakhir, Kota Bengkulu menunjukkan perubahan nyata melalui program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Di bawah kepemimpinan Dedy Wahyudi dan Ronny PL Tobing, arah pembangunan tidak sekadar mempercantik kota, tetapi memperbaiki fungsi ruang publik, infrastruktur dasar, dan kualitas hidup masyarakat.
Transformasi tersebut tampak dari lingkungan permukiman yang kini memiliki jalan mulus hingga ruang-ruang publik baru yang menjadi pusat aktivitas warga. Salah satu capaian paling menonjol adalah hadirnya Belungguk Point di sepanjang Jalan S. Parman, kawasan Padang Jati. Penataan kawasan ini menjadi simbol keberhasilan revitalisasi ruang kota yang lebih ramah, modern, dan inklusif.
Pengembangan Belungguk Point mencakup rehabilitasi kawasan dan jalur pedestrian yang mengubah wajah trotoar menjadi nyaman bagi pejalan kaki. Penambahan lampu pedestrian serta lampu hias khusus menciptakan suasana estetik, terutama pada malam hari, dan menjadikannya magnet baru aktivitas warga Kota Bengkulu.
Komitmen program Kerja Nyata juga tercermin dari percepatan perbaikan infrastruktur jalan. Hingga kini, sebanyak 94 link jalan telah ditingkatkan, meliputi jalan poros kota dan jalan lingkungan. Dari jumlah tersebut, 61 ruas jalan telah menggunakan aspal hotmix, termasuk rehabilitasi Jalan Arujajar lanjutan sepanjang 1.050 meter serta sejumlah jalan perumahan di kawasan Kandang Mas dan Bumi Ayu.
Untuk wilayah yang membutuhkan daya tahan lebih tinggi, pemerintah membangun 33 ruas jalan dengan konstruksi rigid beton, di antaranya di Jalan Sungai Rupat dan sejumlah gang di Sukamerindu. Sementara itu, program penerangan kota direalisasikan melalui pemasangan 813 titik lampu jalan di lingkungan permukiman dan 226 titik lampu di sepanjang kawasan Pantai Panjang.
Upaya peningkatan kualitas lingkungan juga dilakukan melalui penanganan drainase di 58 titik, mencakup rehabilitasi dan normalisasi saluran untuk mengurangi risiko genangan. Akses air bersih diperluas dengan pengadaan 1.500 Sambungan Rumah (SR) baru sebagai bagian dari penguatan sanitasi kota.
Ruang terbuka hijau menjadi perhatian lain dalam pembangunan setahun terakhir. Sebanyak 12 taman kota direhabilitasi, termasuk Taman Smart City di Jalan S. Prapto, Taman Berkas, dan Taman Kota Tuo, guna menyediakan ruang interaksi dan rekreasi warga.
Di sektor pariwisata, penataan Pantai Panjang mencatatkan pencapaian nasional melalui penanaman 10.000 pohon kelapa yang memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia. Sementara pada aspek sosial, pemerintah melaksanakan program bedah rumah untuk 87 unit rumah tidak layak huni serta menyalurkan alat tangkap bagi 14 kelompok nelayan.
Pemerintah Kota Bengkulu memastikan langkah pembangunan berlanjut pada 2026. Sejumlah agenda telah disiapkan, mulai dari peningkatan 200 ruas jalan baru, pembangunan Jembatan Merah Putih, hingga revitalisasi kawasan bersejarah Kampung Cina.
Satu tahun pelaksanaan Kerja Nyata menjadi fondasi awal perubahan Kota Bengkulu. Deretan jalan mulus, ruang publik yang hidup, serta kawasan ikonik seperti Belungguk Point menjadi penanda bahwa pembangunan kota diarahkan untuk menciptakan Bengkulu yang lebih modern, tertata, dan berpihak pada warganya.






