Alaku
Alaku

Semarak Merah Putih di Area Masjid Baitul Falihin Dikritik, Soal Lokasi Jadi Sorotan

Semarak Merah Putih di Area Masjid Baitul Falihin Dikritik, Soal Lokasi Jadi Sorotan

Seluma – Pemilihan kawasan Masjid Agung Baitul Falihin Tais sebagai lokasi pembukaan Semarak Merah Putih Bengkulu Kabupaten Seluma menuai sorotan. Tokoh pemerhati Kabupaten Seluma, Hendri Tomi, mempertanyakan kesesuaian lokasi tersebut dengan rangkaian kegiatan yang turut diwarnai hiburan.

Pembukaan kegiatan itu berlangsung pada Sabtu (3/10/2026). Hendri menegaskan kritiknya tidak ditujukan terhadap semangat memperingati atau memeriahkan kegiatan yang membawa tema Merah Putih, melainkan pada keputusan menggunakan area masjid sebagai tempat pelaksanaan.

“Bukan kegiatan Semarak Merah Putihnya yang saya persoalkan. Kegiatan seperti ini tentu penting. Tetapi yang menjadi pertanyaan, kenapa harus di area masjid?” ujar Hendri Tomi.

Menurut Hendri, kegiatan kebangsaan tetap dapat digelar secara meriah. Namun, pemilihan tempat perlu mempertimbangkan karakter dan fungsi lokasi agar rangkaian acara dapat berlangsung sesuai peruntukannya.

Ia menyebut masih terdapat sejumlah alternatif tempat yang dapat digunakan, seperti lapangan atau ruang terbuka yang dinilai lebih sesuai untuk kegiatan yang memiliki unsur hiburan.

“Banyak lapangan dan lokasi lain yang lebih tepat. Kalau di area masjid kemudian ada kegiatan sambil joget-joget, menurut saya kurang tepat,” katanya.

Hendri mengatakan masjid merupakan tempat ibadah sehingga suasana dan fungsi rumah ibadah perlu tetap dihormati. Menurut dia, kegiatan kebangsaan tetap dapat dilaksanakan di lingkungan masjid sepanjang pelaksanaannya menyesuaikan fungsi dan ketentuan yang berlaku.

“Masjid itu tempat ibadah. Kalau kegiatannya berupa acara kebangsaan, tentu tidak masalah sepanjang sesuai dengan fungsi dan ketentuan yang berlaku. Tetapi kalau sudah masuk ke hiburan dan joget-joget, sebaiknya dicari tempat lain,” tegasnya.

Ia berharap kritik tersebut tidak dipahami sebagai penolakan terhadap Semarak Merah Putih. Hendri justru mendorong pemilihan lokasi menjadi bahan evaluasi agar kegiatan serupa ke depan dapat dilaksanakan di tempat yang lebih sesuai dengan bentuk acaranya.

“Semangat Merah Putih kita dukung. Tetapi tempat juga harus kita hormati. Jangan sampai niatnya baik untuk memeriahkan kegiatan kebangsaan, justru menimbulkan polemik karena lokasi yang dipilih,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari pihak panitia maupun pemerintah daerah mengenai kritik Hendri Tomi terkait pemilihan kawasan Masjid Agung Baitul Falihin sebagai lokasi kegiatan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan