Bengkulu Selatan – Safari Ramadan yang dirangkai dengan salat Subuh berjamaah dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menegaskan percepatan pembangunan infrastruktur di Bengkulu Selatan. Agenda tersebut berlangsung di Masjid Rukis, Kecamatan Pasar Manna, Jumat (20/2), dan dihadiri jajaran pemerintah daerah serta unsur Forkopimda.
Dalam kegiatan itu, Helmi Hasan menyampaikan bahwa Bengkulu Selatan menjadi salah satu fokus pembangunan provinsi karena perannya dalam menopang pergerakan ekonomi wilayah. Pemerintah provinsi, kata dia, telah menyiapkan dukungan anggaran signifikan agar konektivitas antarwilayah semakin baik.
Pada Tahun Anggaran 2025, Pemprov Bengkulu mengalokasikan dana Rp23,4 miliar untuk Bengkulu Selatan. Anggaran tersebut terdiri atas Rp11 miliar bagi empat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) serta Rp12,4 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan pada ruas Nanjungan–Bintasan–Kembang Sri.
Komitmen tersebut berlanjut pada 2026 dengan penganggaran Rp32,5 miliar. Dana itu direncanakan untuk rekonstruksi Jalan Kelutum–Simpang Pino, Kurawan–Pintu Layang–Padang Lebar, serta pembangunan Jembatan Air Selali Besar. Dengan demikian, total anggaran pembangunan infrastruktur Bengkulu Selatan dalam dua tahun mencapai Rp55,9 miliar.
Helmi menjelaskan, pembangunan jalan dan jembatan menjadi prioritas karena berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi hasil pertanian serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Selain infrastruktur transportasi, pemerintah provinsi juga menyalurkan bantuan ambulans guna memperkuat layanan kesehatan di tingkat desa.
Sementara itu, Rifa’i Tajudin menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah provinsi. Menurutnya, dukungan anggaran pembangunan jalan dan jembatan akan menjadi pengungkit penting bagi pertumbuhan ekonomi Bengkulu Selatan dan kesejahteraan masyarakat.





