Lubuklinggau – Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) I Pemuda Muhammadiyah Sumatera Selatan merumuskan sejumlah agenda strategis organisasi, mulai dari penguatan kaderisasi hingga pembentukan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM). Forum yang digelar di Dewinda Hotel Kota Lubuklinggau, Jumat (4/9/2026), juga menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk pemerintah.
Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumsel Fajar Febriansyah melalui Ketua Bidang Organisasi Robi Rosyadi mengatakan, Rapimwil menjadi ruang konsolidasi kader sekaligus evaluasi program kerja di berbagai tingkatan kepengurusan.
Salah satu keputusan yang mendapat penekanan adalah menjadikan pengkaderan Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM sebagai program yang wajib dijalankan oleh masing-masing pengurus.
“Hasil Rapimwil juga menekankan agar pengkaderan pemuda dan KOKAM dilaksanakan dan menjadi program wajib masing-masing pengurus di berbagai tingkatan,” ujar Robi.
Selain agenda internal, kader Pemuda Muhammadiyah se-Sumatera Selatan juga menyatakan sikap menghadapi Muktamar Pemuda Muhammadiyah yang dijadwalkan berlangsung di Surabaya pada Februari 2027.
Dalam forum tersebut, peserta Rapimwil menyepakati dukungan agar Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumsel Fajar Febriansyah maju sebagai Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.
“Kami sepakat mendorong Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumsel untuk maju sebagai Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah,” tegas Robi.
Rapimwil juga menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemuda Muhammadiyah Sumsel memberikan rekomendasi agar pemerintah meningkatkan keseriusan dalam menangani persoalan tersebut.
Dari tingkat daerah, PD Pemuda Muhammadiyah Kota Lubuklinggau turut membawa agenda khusus dalam forum. Sekretaris PDPM Kota Lubuklinggau, Pranata Meksiko, meminta PP Pemuda Muhammadiyah dan PWPM Sumsel mendorong Lubuklinggau menjadi pusat penyaluran tenaga kerja ke luar negeri.
Menurut Pranata, gagasan tersebut sebelumnya telah dibahas di tingkat kementerian. Ia berharap wacana itu terus didorong hingga Lubuklinggau dapat menjadi daerah pertama di Sumatera Selatan yang memiliki Migrant Center.
“Wacana ini sudah pernah dibahas di kementerian dan kita minta untuk terus didorong, agar Kota Lubuklinggau menjadi daerah pertama di Sumsel yang mendirikan Migrant Center,” ungkapnya.
Selain isu ketenagakerjaan, PDPM Lubuklinggau memastikan hasil Rapimwil akan ditindaklanjuti melalui sejumlah program. Penguatan kapasitas wirausaha muda kader dan optimalisasi dakwah digital menjadi bagian dari agenda yang akan segera dijalankan.
“Melalui penyelenggaraan Rapimwil ini, PDPM Linggau siap mengawal dan merealisasikan seluruh hasil keputusan Rapimwil I Sumatera Selatan,” tegas Pranata.
Dengan berakhirnya Rapimwil I, Pemuda Muhammadiyah Sumsel tidak hanya menghasilkan keputusan organisasi, tetapi juga mendorong setiap tingkatan kepengurusan segera menerjemahkan hasil forum tersebut ke dalam program kerja dan gerakan nyata.







