Pertamina Telusuri Keluhan Kendaraan Bermasalah Usai Isi Pertalite di Bengkulu

Bengkulu — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menelusuri laporan sejumlah konsumen di Kota Bengkulu yang mengeluhkan kendaraan mengalami gangguan setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.
Keluhan warga yang muncul dalam beberapa hari terakhir memiliki gejala hampir serupa. Kendaraan disebut kehilangan tenaga, mesin tersendat atau brebet saat gas ditarik, hingga mengalami mogok dan harus dibawa ke bengkel.
Sejumlah konsumen kemudian menduga gangguan tersebut berkaitan dengan BBM yang digunakan. Namun, dugaan itu belum dapat dipastikan karena hingga kini belum ada hasil pengujian laboratorium yang membuktikan adanya masalah pada kualitas Pertalite.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola SPBU dan melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab gangguan kendaraan yang dilaporkan konsumen.
“Saat ini proses pengecekan dan penelusuran masih berlangsung. Kami memastikan setiap informasi dan keluhan konsumen ditindaklanjuti dengan serius serta berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan,” ujar Rusminto.
Pertamina juga mengecek produk BBM serta proses penerimaan dan penyalurannya di SPBU yang berkaitan dengan laporan konsumen.
Dalam proses tersebut, pengelola SPBU diminta tetap menjalankan prosedur operasional standar (SOP) dalam penerimaan dan pembongkaran BBM. Pemeriksaan rutin kualitas BBM pada tangki pendam juga tetap dilakukan untuk memastikan aspek kualitas dan kuantitas atau Quality & Quantity (QQ) terpenuhi saat BBM disalurkan kepada konsumen.
Sementara itu, keluhan mengenai kendaraan bermasalah datang dari pengguna roda dua maupun roda empat.
Seorang warga Kota Bengkulu mengaku mobil milik keluarganya mulai mengalami gangguan. Menurutnya, gejala tersebut sebenarnya sudah dirasakan beberapa hari sebelum kondisi kendaraan semakin parah pada Sabtu.
“Mobil kata pak suami udah taraso dari sebelumnyo. Sabtu kemaren itu kejadiannyo, Kak. Sudah dibawak ke bengkel, sudah dibongkar lah cabik kantong, masih jugo,” ungkapnya.
Setelah perbaikan belum menyelesaikan masalah, kendaraan kembali diperiksa oleh mekanik. Dari informasi yang diterimanya, pihak bengkel menduga persoalan berkaitan dengan bahan bakar.
“Kemaren pihak bengkel baru ngabari kalo bensinnya bermasalah. Ternyata bukan mobil kami aja, banyak motor dan mobil lain juga,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan seorang wartawan lokal di Bengkulu. Sepeda motor Honda Beat yang digunakannya untuk aktivitas sehari-hari mengalami gangguan setelah menggunakan Pertalite.
“Minggu ini sudah mengalami merebet, motor tidak ada tenaga saat tarik gas,” ungkapnya, Sabtu (3/10/2026).
Munculnya keluhan dengan gejala yang dinilai serupa membuat sebagian konsumen mempertanyakan kondisi BBM yang mereka beli. Terlebih, kendaraan menjadi sarana utama masyarakat untuk bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Meski demikian, keluhan konsumen dan keterangan awal dari bengkel belum cukup untuk menyimpulkan bahwa Pertalite yang beredar mengalami penurunan kualitas atau tidak memenuhi spesifikasi.
Untuk memastikan penyebabnya, diperlukan pemeriksaan teknis terhadap kendaraan serta pengambilan dan pengujian sampel BBM oleh pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi.
Pertamina Patra Niaga juga meminta konsumen yang mengalami kendala setelah mengisi BBM agar melaporkan kejadian tersebut dengan menyertakan informasi waktu transaksi, bukti pembelian, data kendaraan, serta informasi pendukung lainnya.
Data tersebut diperlukan agar laporan dapat ditelusuri berdasarkan transaksi dan lokasi pengisian BBM.
Masyarakat dapat menyampaikan laporan maupun keluhan melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135.
Pertamina menyatakan koordinasi dengan pengelola SPBU dan pendataan keluhan konsumen terus dilakukan sebagai bagian dari proses penelusuran.
Di tengah keresahan warga, pemeriksaan tersebut menjadi penting untuk memastikan apakah gangguan kendaraan benar berkaitan dengan BBM atau disebabkan faktor lain pada kendaraan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada hasil pemeriksaan atau pengujian laboratorium yang menyatakan Pertalite di Bengkulu bermasalah. Hasil penelusuran Pertamina dan pemeriksaan terhadap produk serta proses penyaluran BBM masih ditunggu untuk memastikan penyebab gangguan kendaraan yang dilaporkan konsumen.







