“Perubahan sosial yang cepat akibat era disrupsi informasi menuntut kekompakan antara ulama dan umara untuk menjaga stabilitas masyarakat. Sinergi ini akan memperkuat nilai-nilai toleransi dan kemanusiaan di atas segala perbedaan,” ungkap Yunizar dalam ceramah singkatnya pada peringatan Maulid Nabi SAW 1446 H.
Yunizar juga menambahkan bahwa dalam setiap perkembangan peradaban manusia, ulama dan umara selalu memegang peran yang signifikan. Ulama, sebagai pembawa nilai-nilai spiritual, harus terus memberikan bimbingan moral kepada masyarakat, sementara umara bertugas untuk memastikan bahwa pemerintahan berjalan sesuai dengan nilai-nilai keadilan dan kesejahteraan.
“Ulama dan umara adalah dua elemen penting dalam perkembangan peradaban manusia. Mereka perlu bekerja sama dalam menyebarkan kebaikan, kedamaian, kesejahteraan, dan ketenteraman bagi seluruh masyarakat,” tegas Yunizar.
Menghadapi Tantangan Era Disrupsi
Dalam konteks modern, di mana era disrupsi informasi dan teknologi mengubah cara masyarakat berinteraksi dan berpikir, sinergi antara ulama dan umara menjadi semakin penting. Menurut Yunizar, ulama dan umara harus bekerja sama untuk mengantisipasi dampak negatif dari era disrupsi yang sering kali membawa informasi yang menyesatkan atau memecah belah masyarakat.














