Pengurus Masjid Kecam Oknum Aparat Tembakkan Gas Air Mata ke Sekitar Masjid Raya Baitul Izzah

Bengkulu – Kericuhan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu kian memanas setelah aparat kepolisian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Situasi semakin kacau ketika sebagian demonstran berlarian ke arah Kantor Bawaslu, Kantor Gubernur, dan ada juga yang mencari perlindungan di dalam Masjid Raya Baitul Izzah, Bengkulu.
Mirisnya, tembakan gas air mata juga mengenai area sekitar masjid sehingga membuat jemaah yang sedang melaksanakan ibadah magrib panik dan berhamburan keluar.
“Kalau sudah berada dalam masjid, saya rasa tidak perlu lagi tembakan gas air mata,” ujar Arpan, salah seorang jemaah Masjid Raya Baitul Izzah, Jumat (29/8/25).
Kecaman juga datang dari pengurus masjid. Mereka menilai aparat seharusnya menghormati rumah ibadah dan menghindari penggunaan gas air mata di kawasan tersebut.
“Pak Polisi, Pak Kapolda, tolong jangan arahkan tembakan ke masjid,” teriak salah seorang pengurus masjid saat kericuhan berlangsung.
Tidak hanya itu, oknum aparat bahkan dikabarkan sempat mengejar massa aksi hingga ke halaman masjid. Sejumlah mahasiswa menjadi korban pukulan aparat di lokasi tersebut.





