Pejabat Inspektorat Terus Galakkan Program GPY, Gubernur Angkat Anak Asuh

Bengkulu – Inspektorat Provinsi Bengkulu terus bergerak aktif mendukung Program Gerakan Peduli Yatim (GPY) yang digagas Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian. Program ini mendorong seluruh pejabat pemerintah untuk mengangkat anak yatim sebagai anak asuh, sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda.
Langkah nyata kembali dilakukan jajaran Inspektorat. Kali ini, pejabat eselon III dan IV secara bertahap mengangkat anak-anak yatim dari kalangan pelajar SMA/SMK, baik dari Kota Bengkulu maupun dari wilayah kabupaten.
Kepala Inspektorat Provinsi Bengkulu, Heru Susanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengangkat sejumlah anak asuh dari berbagai sekolah, termasuk SMAN 1 Bengkulu Tengah dan SMAN 5 Kota Bengkulu. Terbaru, anak asuh berasal dari SMAN 11 Kota Bengkulu.
“Alhamdulillah, Inspektur Pembantu Wilayah III telah melaksanakan amanah GPY dengan menyerahkan langsung bantuan kepada anak asuhnya dari SMAN 11,” ujar Heru pada Selasa (29/7/2025).
Heru juga menegaskan bahwa pendataan terus dilakukan agar semakin banyak pejabat yang terlibat dalam program mulia ini. Menurutnya, langkah ini akan memberi efek domino kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Bengkulu.
“Gerakan ini terus kita galakkan sebagai wujud semangat kebersamaan dalam mempercepat keterlibatan semua OPD untuk ikut bergerak,” tambahnya.
Sebagaimana diketahui, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan telah menginstruksikan agar seluruh pejabat hingga kepala daerah kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu mengangkat anak yatim sebagai anak angkat. Program ini juga sejalan dengan amanat konstitusi dalam Pasal 34 UUD 1945, yang menyebutkan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.
Dengan semangat gotong royong, diharapkan program GPY mampu menjadi gerakan sosial yang berdampak luas bagi pembangunan sumber daya manusia di Bumi Rafflesia.






