Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia, PWI Kehilangan Sosok Penggerak Profesionalisme Pers
Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (dok:istimewa)

Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia, PWI Kehilangan Sosok Penggerak Profesionalisme Pers

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Jakarta – Dunia pers Indonesia berduka setelah Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 00.05 WIB. Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, diduga akibat serangan jantung.

Kabar wafatnya cepat menyebar di kalangan jurnalis nasional. Kepergian mendadak tokoh pers ini dinilai sebagai kehilangan besar, terutama karena perannya dalam mendorong profesionalisme dan menjaga marwah wartawan di Indonesia.

Zulmansyah dikenal luas sebagai figur yang konsisten memperjuangkan kebebasan pers dan peningkatan kualitas sumber daya wartawan. Dalam berbagai forum, ia kerap menegaskan pentingnya integritas dan etika jurnalistik di tengah dinamika industri media.

Pria kelahiran Aceh, 2 Juli 1972 itu sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Rekan sejawat mengenangnya sebagai sosok tegas, namun tetap bersahaja dalam berinteraksi.

Kariernya di dunia pers terbilang panjang. Sebelum menjabat Sekjen PWI Pusat untuk periode 2023–2028, ia dua periode memimpin PWI Provinsi Riau. Dari sana, kiprahnya semakin dikenal sebagai penggerak organisasi wartawan di daerah hingga tingkat nasional.

Selain aktif di organisasi profesi, Zulmansyah juga berpengalaman di berbagai perusahaan media. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama Harian Sumut Pos, memimpin Riau Televisi, serta menduduki sejumlah posisi strategis di beberapa media cetak dan elektronik.

Dalam perjalanan hidupnya, ia menempuh pendidikan di Universitas Riau setelah menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di Aceh. Semasa mahasiswa, ia aktif di berbagai organisasi, termasuk pers kampus dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang turut membentuk karakter kepemimpinannya.

Rencananya, jenazah almarhum akan diterbangkan ke Pekanbaru, Riau, untuk dimakamkan. Kota tersebut memiliki kedekatan kuat dengan perjalanan karier dan pengabdiannya di dunia jurnalistik.

Ucapan duka cita mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari organisasi pers, pejabat, hingga insan media di daerah. Sejumlah pihak menilai kepergian Zulmansyah bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia jurnalistik nasional yang tengah menghadapi tantangan besar di era digital.

Gambar Gravatar
Wartawan yang menaruh perhatian pada berita daerah dan nasional, perkembangan lokal, dengan fokus pada penyajian informasi yang faktual, terverifikasi, dan dekat dengan kebutuhan pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *