Alaku

Mary Jane Veloso Akhirnya Bebas, Presiden Filipina Ucapkan Terima Kasih kepada Prabowo

Mary Jane Veloso Akhirnya Bebas, Presiden Filipina Ucapkan Terima Kasih kepada Prabowo

Jakarta – Setelah 14 tahun menanti, Mary Jane Veloso, terpidana mati kasus narkoba asal Filipina, akhirnya dibebaskan. Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, yang akrab disapa Bongbong, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto dan Pemerintah Indonesia, Rabu, 20 November 2024.

“Saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Presiden Prabowo dan Pemerintah Indonesia atas niat baik ini,” ungkap Bongbong melalui akun Instagram resminya.

Bongbong menilai pembebasan Mary Jane menjadi simbol eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Filipina, dengan komitmen bersama terhadap keadilan dan kasih sayang.

Kisah Mary Jane: Dari Kemiskinan hingga Penjara

Mary Jane ditangkap pada April 2010 di Bandara Adisutjipto Yogyakarta karena membawa 2,6 kilogram heroin di kopernya. Wanita ini mengklaim bahwa ia tidak mengetahui isi koper tersebut, yang disebutnya dititipkan oleh seorang kenalan.

Dilahirkan dari keluarga sederhana di Filipina, Mary Jane menjadi tulang punggung bagi dua anaknya setelah bercerai. Sebelum ke Indonesia, ia sempat bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Dubai, namun berhenti karena kasus percobaan pelecehan.

Tragisnya, Mary Jane akhirnya ditipu oleh kenalan yang menawarkan pekerjaan di Malaysia dan Indonesia, hingga akhirnya terjebak dalam jaringan penyelundupan narkoba.

Eksekusi Ditunda, Diplomasi Berperan Besar

Setelah divonis hukuman mati pada 2010, eksekusi Mary Jane sempat dijadwalkan pada 29 April 2015. Namun, berkat tekanan diplomatik dari Filipina, hukuman tersebut ditunda. Bongbong menyebut penundaan ini sebagai hasil dari diplomasi panjang selama lebih dari satu dekade.

“Setelah lebih dari satu dekade diplomasi dan konsultasi dengan Pemerintah Indonesia, kami akhirnya berhasil membawa Mary Jane pulang,” ujar Bongbong.

Mary Jane telah dipindahkan ke LP Nusakambangan pada 2015 untuk persiapan eksekusi. Namun, di detik-detik terakhir, eksekusi tersebut dibatalkan.

Respons dan Harapan Baru

Pembebasan Mary Jane dianggap sebagai kemenangan diplomasi dan kemanusiaan. Presiden Bongbong berharap, kisah Mary Jane menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat, khususnya mereka yang rentan terjebak dalam jerat kemiskinan dan kejahatan.

Kini, Mary Jane akan kembali ke Filipina untuk memulai babak baru dalam hidupnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan