Alaku

Kunjungan Fadli Zon ke Bengkulu, Tinjau Jejak Bung Karno dan Cagar Budaya

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon tiba di Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Rabu (25/2) (foto:anto)

BengkuluKunjungan Fadli Zon ke Provinsi Bengkulu menandai perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian sejarah nasional. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia itu tiba di Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Rabu (25/2), bersama jajaran Kementerian Kebudayaan RI dalam rangka agenda kerja meninjau sejumlah situs bersejarah.

Dalam kunjungan Fadli Zon tersebut, Menteri Kebudayaan dijadwalkan mendatangi beberapa lokasi yang memiliki nilai penting dalam perjalanan bangsa, di antaranya Rumah Pengasingan Bung Karno dan Masjid Jamik Bengkulu. Kedua situs ini dikenal sebagai peninggalan bersejarah yang erat kaitannya dengan masa pengasingan Bung Karno di Bengkulu.

Rumah Pengasingan Bung Karno menjadi saksi perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia selama menjalani pengasingan pada periode 1938 hingga 1942. Sementara itu, Masjid Jamik Bengkulu merupakan salah satu bangunan ibadah bersejarah yang turut dirancang oleh Bung Karno saat berada di Bengkulu, dengan ciri arsitektur khas perpaduan budaya lokal.

Masih dalam rangkaian kunjungan Fadli Zon, Menteri Kebudayaan dijadwalkan menghadiri kegiatan buka puasa bersama di Benteng Marlborough pada Rabu (25/2) sore. Lokasi ini juga menjadi salah satu ikon sejarah peninggalan kolonial di Bengkulu.

Seperti dikutip dari detik, Bung Karno diketahui diasingkan ke Bengkulu oleh pemerintah kolonial Belanda setelah sebelumnya menjalani masa tahanan dan pengasingan di beberapa daerah. Selama berada di Bengkulu, Bung Karno tetap aktif berinteraksi dengan masyarakat, menggerakkan kegiatan kebudayaan, hingga memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sarana keagamaan dan sosial.

Rumah Pengasingan Bung Karno yang terletak di Kelurahan Anggut Atas kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional dan difungsikan sebagai museum sejarah. Berbagai peninggalan Bung Karno selama masa pengasingan masih tersimpan di lokasi tersebut, menjadikannya salah satu destinasi edukasi sejarah di Bengkulu.

Masjid Jamik Bengkulu sendiri telah beberapa kali mengalami renovasi, namun tetap mempertahankan nilai historisnya. Bangunan ini juga telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah pusat, mengingat perannya sebagai salah satu karya arsitektur Bung Karno semasa pengasingan.

Melalui kunjungan Fadli Zon ini, pemerintah pusat diharapkan semakin memperkuat komitmen terhadap pelestarian cagar budaya serta pengembangan potensi sejarah dan kebudayaan Bengkulu sebagai bagian dari warisan nasional yang bernilai tinggi bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan