Alaku

Ketika Harapan Tak Sesuai dengan Kenyataan

Ketika Harapan Tak Sesuai dengan Kenyataan

Penelitian ini juga menyoroti perilaku yang sering kali terjadi sebagai reaksi terhadap emosi labil ini. Orang yang memiliki banyak harapan cenderung meyakinkan diri mereka sendiri akan keunggulan yang mereka miliki dibandingkan dengan orang lain sebagai pembenaran akan emosi yang mereka rasakan. Mereka mungkin berusaha meyakinkan diri bahwa mereka lebih berhak atas kesuksesan dan kebahagiaan daripada orang lain.

Namun, tindakan ini hanya memberikan peningkatan kebahagiaan yang sementara. Ketika realitas tetap menunjukkan bahwa harapan mereka tidak terpenuhi, mereka kembali pada siklus kekecewaan. Mencoba untuk meyakinkan diri sendiri tentang keunggulan mereka tidak mengatasi akar masalah dari harapan yang tidak realistis.

Hasil dari penelitian ini mengingatkan kita tentang pentingnya mengelola harapan dengan bijak dan realistis. Selain itu, menghadapi kegagalan atau ketidakmampuan untuk mencapai harapan-harapan tersebut dengan cara yang lebih konstruktif dapat membantu menghindari jatuh ke dalam siklus emosi labil dan kekecewaan yang berkepanjangan.

Harapan yang tinggi adalah salah satu hal yang mendorong kita untuk meraih prestasi, tetapi terlalu banyak harapan yang tidak terpenuhi dapat menyebabkan dampak negatif pada hubungan sosial dan kesejahteraan mental seseorang. Penelitian terbaru, yang dilakukan oleh seorang profesor psikologi dari Case Western Reserve University, Julie Exline, membahas bagaimana kekecewaan akibat harapan yang tidak terpenuhi dapat berdampak pada hubungan sosial, konflik antarpribadi, dan depresi.

Menurut Julie Exline, harapan yang tinggi seringkali terkait dengan kompetisi dan keinginan untuk menjadi lebih baik atau lebih berharga daripada orang lain. Hal ini dapat menyebabkan individu menjauhkan diri dari lingkungan sosial dan merasa sangat terisolasi. Dalam kata-kata Exline, “Sangat banyak pengharapan berkaitan dengan kompetisi, seperti menjadi lebih baik atau lebih layak dibandingkan orang lain. Ini sangat menjauhkan diri terhadap lingkungan dan sangat terisolasi.”

1 2 3 4 5

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan