Jembatan Air Martan Kembali Normal, Perbaikan Oprit Rampung dan Aman Dilintasi

Seluma – Jembatan Air Martan di Kecamatan Seluma Selatan kini kembali berfungsi normal setelah perbaikan oprit yang sempat tergerus abrasi rampung dilakukan, Senin (27/4). Pengendara, khususnya truk pengangkut sawit, mulai melintas dengan aman dan lancar.
Direktur Utama PT Rotek, Ir. Purwanto, mengatakan pihaknya telah menuntaskan perbaikan oprit jembatan yang sebelumnya rusak akibat hantaman air pasang dan abrasi sungai serta laut.
“Perbaikan sudah selesai. Kami memasang geotek hingga empat lapis dan menimbun sirtu untuk memperkuat struktur oprit agar lebih tahan terhadap abrasi,” ujar Purwanto.
Ia menjelaskan, berdasarkan kajian teknis, struktur utama jembatan beton masih dalam kondisi kokoh, sehingga fokus perbaikan diarahkan pada penguatan oprit yang terdampak.
Untuk mempercepat pekerjaan, kontraktor menurunkan alat berat jenis ekskavator agar proses perbaikan tidak mengganggu arus lalu lintas di jalur tersebut.
Jembatan Air Martan sendiri merupakan akses vital yang menghubungkan aktivitas masyarakat, termasuk jalur angkutan sawit, pasir, serta penghubung Kabupaten Seluma menuju Kota Bengkulu melalui kawasan Pasar Ngalam dan Pasar Talo.
Pelaksana proyek, Arif, menyebut tingkat kerusakan oprit relatif kecil dibandingkan keseluruhan struktur jembatan.
“Kerusakan oprit hanya sekitar 2,2 persen, sementara 98 persen kondisi jembatan masih kokoh,” katanya.
Ia menjelaskan, perbaikan dilakukan dengan membongkar bagian oprit yang tergerus hingga kedalaman tertentu, kemudian disusun ulang menggunakan lapisan geotek dan timbunan sirtu untuk meningkatkan ketahanan.
Meski demikian, Arif mengakui lokasi jembatan yang berada dekat pantai dan aliran sungai membuat kawasan tersebut tetap rentan terhadap abrasi di masa mendatang.
“Ancaman abrasi tetap ada karena posisi jembatan dekat pantai dan pertemuan tiga aliran sungai. Karena itu, diperlukan pengaman tambahan seperti breakwater,” ujarnya.
Pihak kontraktor juga menambahkan beton pembatas di bagian bawah jembatan untuk mengurangi dampak limpasan air pasang yang berpotensi merusak oprit.
Sementara itu, warga setempat menyambut baik rampungnya perbaikan tersebut. Mereka mengaku aktivitas kini kembali normal setelah sebelumnya sempat terganggu akibat kerusakan.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui BPBD bergerak cepat menindaklanjuti kerusakan jembatan yang dipicu cuaca ekstrem dan pasang laut pada pertengahan April lalu.
Dengan selesainya perbaikan, akses transportasi dan distribusi hasil pertanian di wilayah Seluma diharapkan kembali berjalan optimal.






