Ini Skema Pasar Subuh Panorama, Jalan Kedondong Disiapkan Tampung 350 Pedagang

Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu menyiapkan penataan menyeluruh kawasan Pasar Panorama dengan menjadikan Jalan Kedondong sebagai pusat Pasar Subuh yang legal dan tertib. Kebijakan ini dirancang untuk mengakhiri kesemrawutan lalu lintas sekaligus memastikan aktivitas ekonomi pedagang tetap berjalan tanpa mengganggu kepentingan publik.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas instansi yang dipimpin Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Eddy Apriyanto. Fokus pembahasan diarahkan pada penataan ruang dagang agar pedagang tidak lagi berjualan di trotoar maupun badan jalan yang selama ini memicu kemacetan.
Dalam skema yang disiapkan, Jalan Kedondong sepanjang sekitar 300 meter akan difungsikan sebagai area Pasar Subuh dengan daya tampung hingga 350 pedagang. Pada tahap awal, sebanyak 151 pedagang yang sebelumnya tersebar di Jalan Semangka dan kawasan sekitar akan direlokasi ke lokasi tersebut. Mereka terdiri dari penjual sayur, bumbu dapur, ayam, hingga aneka kue.
Operasional Pasar Subuh diatur dengan batas waktu ketat. Aktivitas jual beli diperbolehkan mulai pukul 17.00 WIB dan area wajib sudah bersih sebelum pukul 07.00 WIB. Dengan pengaturan ini, jalan diharapkan kembali berfungsi normal saat jam berangkat kerja dan sekolah.
Pemerintah Kota Bengkulu juga menyiapkan dukungan infrastruktur melalui sinergi antar dinas. Langkah yang dilakukan meliputi perbaikan jalan berlubang, pembenahan drainase agar tidak becek, penyediaan penerangan jalan yang memadai, serta pengelolaan kebersihan pasca aktivitas pasar. Pengawasan juga akan dilakukan untuk mencegah parkir liar dan menjaga keamanan.
Pasar Subuh selama ini dikenal sebagai pilihan utama masyarakat karena harga relatif lebih murah dan produk yang dijual umumnya masih segar, langsung dari petani atau produsen. Pola ini dinilai mampu mempercepat distribusi pangan dan menekan biaya bagi konsumen.
“Ini adalah langkah konkret agar pedagang tetap bisa mencari nafkah, tapi ketertiban umum tetap terjaga,” ujar Eddy Apriyanto.
Dengan penerapan zonasi yang jelas, pemerintah berharap tidak lagi terjadi praktik saling kejar antara pedagang dan petugas. Penataan ini juga ditargetkan menjadikan kawasan Panorama sebagai pusat belanja pagi yang nyaman dan tertib bagi warga Kota Bengkulu.






