Hak Jawab dan Somasi dalam Konteks Jurnalistik Jauh Berbeda
Sebaliknya, somasi adalah bahasa hukum yang keras. Di luar konteks bisnis atau perdata, ketika dipakai dalam dunia pers, ia sering dibaca sebagai upaya membungkam, bukan memperbaiki informasi. Sebab, somasi lebih menggambarkan upaya menekan agar wartawan diam. Padahal, yang sejatinya dibutuhkan masyarakat adalah keterbukaan informasi, bukan pengaburan kebenaran lewat ancaman hukum.
Di sinilah letak perbedaan moralnya. Hak jawab menumbuhkan iklim sehat dalam pers, sementara somasi yang dipakai serampangan justru merusak iklim kebebasan pers. Negara demokrasi mestinya menjunjung hak jawab, bukan membiarkan somasi jadi alat menakut-nakuti wartawan.
Lebih jelasnya lagi, dalam konteks jurnalistik dan hubungan media dengan narasumber, somasi dan hak jawab semakin nyata berbeda, baik dari sisi hukum maupun etika pers. Somasi biasanya berupa surat peringatan atau teguran hukum (umumnya dari kuasa hukum) yang dilayangkan kepada seseorang atau instansi agar melakukan atau menghentikan suatu perbuatan.




