
Bengkulu – Upaya memperkuat peran masjid dalam membina generasi muda menjadi sorotan utama Pemerintah Kota Bengkulu pada awal Ramadan 1447 Hijriah. Dalam momentum salat Tarawih perdana, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengajak seluruh masjid di wilayahnya mengaktifkan kembali Remaja Islam Masjid (Risma) sebagai langkah nyata menekan berbagai perilaku negatif di kalangan remaja.
Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan ibadah di Masjid Agung At-Taqwa, Rabu malam (18/2/2026). Pemerintah kota bahkan menyiapkan program khusus berupa lomba Risma tingkat kota, dengan hadiah utama umrah gratis bagi Risma paling aktif dan berprestasi di masjidnya masing-masing.
“Pemkot akan melaksanakan program, yakni mengaktifkan Risma di seluruh masjid di Kota Bengkulu. Maka Insya Allah nanti kita akan lombakan. Kita siapkan hadiah umrah agar anak-anak muda kita semangat dalam memperdalam ilmu agama,” kata Dedy.
Menurutnya, penguatan Risma menjadi kebutuhan mendesak di tengah maraknya persoalan sosial yang melibatkan anak-anak dan remaja. Ia menilai berbagai kasus yang terjadi belakangan merupakan alarm bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap pembinaan generasi muda.
“Ini PR kita bersama. Saat ini anak-anak dan cucu-cucu kita banyak yang salah pergaulan. Ada anak usia SMP yang kedapatan melakukan pencurian, kemudian ada anak SMP yang nekat melakukan penusukan, kita juga menyaksikan anak-anak genk motor yang rata-rata usia SMP dan SMA. Ada anak-anak yang ngelem, ada juga anak yang menceburkan diri dalam sungai karena badannya panas akibat kebanyakan menelan pil Samkodin,” terang Dedy.
Ia juga menyinggung temuan kasus lain yang dinilai mengkhawatirkan, termasuk keterlibatan pelajar dalam praktik prostitusi berbasis aplikasi serta meningkatnya jumlah pengidap HIV di daerah tersebut. Kondisi itu, kata Dedy, tak lepas dari lemahnya pengawasan lingkungan dan salah pergaulan.
“Kita harus lebih peduli, jangan cuek, tolong peduli dengan lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil pengecekan tim kesehatan, ada 1.200 lebih pengidap virus HIV, ini karena salah pergaulan dan karena maraknya praktik prostitusi. Maka mulai sekarang kita harus peduli. Kalau kita tidak peduli lonjakan HIV akan terus bertambah,” ujar Dedy.
Secara khusus, ia meminta ketua RT, RW, lurah, hingga camat untuk meningkatkan kepekaan sosial di wilayah masing-masing. Melalui penguatan Risma, Dedy berharap pembinaan keimanan dan akhlak remaja dapat berjalan lebih sistematis sehingga mereka tidak mudah terjerumus ke perilaku menyimpang.
“Tugas pemerintah bukan hanya membangun fisik tapi juga membangun non fisik, seperti membangun kepribadian dan akhlak yang baik kepada anak-anak. Sekali lagi saya sampaikan kepada pak RT, lurah dan camat agar lebih peduli,” demikian Dedy.
Kegiatan salat Tarawih malam pertama Ramadan itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing, Pj Sekda Medy Pebriansyah, unsur Forkopimda, staf ahli, asisten, kepala OPD, serta ASN dan PPPK di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu. Dalam kesempatan tersebut, Dedy juga mengajak umat Islam di Kota Bengkulu menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas iman, ibadah, dan kepedulian sosial.
“Mari kita jadikan bulan Ramadan ini sebagai momentum untuk mempertebal iman memperbanyak ibadah, muhasabah atau mengevaluasi diri serta meningkatkan kepedulian sosial. Mudah-mudahan amal ibadah kita diterima di sisi Allah,” ujar Dedy dalam sambutannya.
Ia pun mengapresiasi pengurus Masjid Agung At-Taqwa yang dinilai berhasil memakmurkan masjid melalui beragam kegiatan keagamaan, seraya berharap semangat serupa dapat ditiru oleh masjid-masjid lain di seluruh Kota Bengkulu.
“Kita bersyukur di Kota Bengkulu kita menyaksikan banyak masjid-masjid yang begitu makmur seperti masjid At Taqwa ini. Maka saya Walikota berterima kasih kepada segenap pengurus yang telah membuat masjid ini lebih makmur dan lebih indah,” ucap Dedy.
Tinggalkan Balasan