Lebih lanjut disampaikan Dini, sehingga Sangat Jelas Telah Terindikasi Adanya Dugaan Tindak Pidana Melawan Hukum Pasal 65 Juncto 67 Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) Dan Pasal 263 KUHP Undang-Undang Pemalsuan Tanda Tangan.
“Dan sampai saat ini kami telah melayangkan laporan ke bawaslu kota dan ke Bawaslu Provinsi Bengkulu atas dugaan tindak pidana pemilu yang dilakukan oleh bakal calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu jalur perseorangan yaitu dempo xler dan ahmad kanedi. Serta bakal calon (Balon) walikota dan Wakil walikota Bengkulu jalur perseorangan yaitu aryono gumay dan harialyyanto,” pungkasnya. (**)




