Bengkulu – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu mulai mematangkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan sejumlah instansi lintas sektoral. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses penerimaan siswa baru berjalan transparan, objektif, akuntabel, dan bebas pungutan.
FGD yang dipimpin langsung Kepala Dikbud Kota Bengkulu Ilham Putra itu membahas berbagai aspek teknis dan pengawasan pelaksanaan SPMB mulai dari jenjang TK, SD hingga SMP. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Intelkam Polda Bengkulu, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SD, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta Kementerian Agama Kota Bengkulu.
Menurut Ilham, koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menyukseskan pelaksanaan penerimaan murid baru karena melibatkan berbagai aspek, mulai dari administrasi kependudukan, keamanan, hingga kesiapan sistem pendaftaran berbasis digital.
“Melalui FGD ini, kita menyamakan persepsi agar pelaksanaan SPMB tahun 2026 dapat mengakomodasi hak-hak seluruh calon murid secara adil untuk mendapatkan layanan pendidikan berkualitas. Sinergi bersama jajaran Kominfo, Kemenag, kepolisian, hingga para kepala sekolah akan memastikan proses ini terkawal dengan baik dan zero pungutan biaya,” ujar Ilham.
Dalam forum tersebut, Dikbud juga memaparkan skema penerimaan untuk tingkat SMP yang terbagi ke dalam empat jalur. Jalur domisili mendapat alokasi kuota paling sedikit 40 persen, jalur prestasi maksimal 35 persen, jalur afirmasi untuk keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas sebesar 20 persen, serta jalur mutasi perpindahan tugas orang tua maksimal 5 persen.
Sementara itu, untuk jenjang SD, seleksi lebih menitikberatkan pada prioritas usia minimal tujuh tahun serta penerapan prinsip domisili terdekat. Proses penerimaan juga dipastikan tanpa tes membaca, menulis, dan berhitung.
Keterlibatan Intelkam Polda Bengkulu dalam pembahasan tersebut ditujukan untuk mengantisipasi potensi kerawanan selama proses pendaftaran berlangsung. Pengawasan sejak awal dinilai penting guna menjaga situasi tetap kondusif dan menghindari munculnya persoalan di tengah masyarakat.
Di sisi lain, Kominfo Kota Bengkulu akan mendukung kesiapan infrastruktur teknologi informasi, terutama memastikan website resmi pendaftaran daring dapat diakses masyarakat dengan lancar selama tahapan SPMB berlangsung.
Dikbud Kota Bengkulu optimistis seluruh rangkaian penerimaan murid baru yang dijadwalkan berlangsung pada 25, 26, 29, dan 30 Juni 2026 dapat berjalan aman, tertib, serta memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon peserta didik di Kota Bengkulu.





