Alaku

Arwin ZA Pimpin PaSKI Empat Lawang, Siapkan Wadah Komedian Muda Daerah

Arwin ZA dipercaya memimpin PaSKI Empat Lawang untuk periode 2026–2030 (dok: pribadi)

Empat LawangPersatuan Seniman Komedi Indonesia (PaSKI) Kabupaten Empat Lawang resmi terbentuk setelah pelantikan pengurus PaSKI Sumatera Selatan periode 2026–2030 di Griya Agung Palembang, Kamis (14/5/2026). Dalam kepengurusan tersebut, Arwin ZA dipercaya memimpin PaSKI Empat Lawang untuk periode 2026–2030.

Pelantikan pengurus PaSKI Sumsel dilakukan langsung Ketua PaSKI Pusat Jarwo Kwat bersama Wakil Ketua PaSKI Pusat Abdel Achrian. Kegiatan itu juga dihadiri Gubernur Sumatera Selatan, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Momentum pelantikan tersebut sekaligus menjadi langkah awal pengembangan seni komedi di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Empat Lawang yang mulai menyiapkan ruang kreatif bagi generasi muda berbakat di bidang hiburan.

Ketua PaSKI Sumatera Selatan, Fikri Haikal, mengatakan organisasi tersebut menjadi wadah bagi berbagai pelaku seni komedi dengan latar belakang yang beragam. Menurutnya, PaSKI tidak hanya menaungi stand up comedian, tetapi juga grup lawak, content creator, pantomim hingga badut.

“Komedi itu sangat luas. Jadi siapa pun yang memiliki ketertarikan dan kemampuan di bidang komedi bisa bergabung di PaSKI Sumsel,” ujar Fikri.

Ia menilai perkembangan seni komedi saat ini semakin pesat dan memiliki ruang kreatif yang besar di tengah masyarakat. Karena itu, dukungan pemerintah daerah dinilai penting agar lahir lebih banyak talenta komedi dari Sumatera Selatan.

“Kami berharap kolaborasi ini bisa membuka ruang lebih luas bagi seniman komedi lokal untuk berkarya, baik di tingkat daerah maupun nasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua PaSKI Empat Lawang, Arwin ZA, menyatakan siap mendorong perkembangan seni komedi di daerahnya. Ia menilai masih banyak generasi muda di Empat Lawang yang memiliki bakat seni, namun belum memiliki wadah untuk berkembang secara maksimal.

“PaSKI ini nantinya akan menjadi wadah bagi mereka untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan kemampuan di dunia hiburan dan seni komedi,” ujar Arwin saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, seni komedi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi media edukasi dan penyampaian kritik sosial yang mudah diterima masyarakat.

“Komedi itu bukan hanya membuat orang tertawa, tetapi juga bisa menjadi media edukasi dan penyampaian kritik sosial dengan cara yang santai,” tambahnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan