Namun, perusakan alat peraga kampanye Helmi-Mian tidak hanya terjadi di satu lokasi saja. Tim liputan InfoBengkulen menemukan bahwa perusakan baliho alat peraga kampanye ini dilakukan secara menyeluruh di beberapa lokasi, yang menimbulkan dugaan bahwa tindakan ini terorganisir. “Ini sangat masif dan diperkirakan terorganisir, karena tidak hanya satu lokasi,” ujar Donny Osmond, aktivis ’98 dan salah satu tim pemenangan Helmi-Mian.
Dugaan Aksi Terorganisir untuk Merusak Alat Peraga Kampanye
Kejadian ini menarik perhatian publik karena skala dan metode perusakan yang terjadi di beberapa lokasi secara bersamaan. Pihak-pihak yang terkait dengan kampanye Helmi-Mian menganggap tindakan ini sebagai upaya sistematis untuk menggagalkan upaya sosialisasi pasangan calon tersebut di masyarakat.
Aktivis dan tim pemenangan Helmi-Mian menduga bahwa ada pihak-pihak tertentu yang terlibat dalam aksi perusakan ini dengan tujuan untuk merusak citra pasangan calon yang mereka dukung. “Kami melihat ini sebagai tindakan yang sudah direncanakan dengan baik, mengingat alat peraga dirusak di berbagai lokasi,” kata Donny Osmond.
Respons Publik dan Upaya Klarifikasi
Tindakan perusakan ini menuai reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk dari masyarakat yang mendukung pasangan Helmi-Mian. Mereka mengecam aksi tersebut dan meminta pihak berwenang untuk menyelidiki dan mengambil tindakan terhadap pelaku perusakan.














