Walikota Bengkulu Perkenalkan Inovasi “Open Karir” untuk ASN, Berikan Peluang Karir Strategis
Namun, untuk mengikuti program ini, para ASN harus menyertakan target kinerja yang jelas. Jika target tersebut tidak tercapai dalam kurun waktu yang ditentukan, ASN yang bersangkutan harus siap mengundurkan diri dari jabatan tersebut.
“Namun yang pasti adalah ketika menempati jabatan tadi mereka harus mempunyai target. Contoh, saya menuju Kadis Perindag, target harus memastikan seluruh pasar Kota Bengkulu bersih, apabila tidak mampu dalam kurun waktu 6 bulan saya akan mengundurkan diri,” jelas Walikota.
Ia menambahkan, contoh lainnya adalah jika seorang ASN dari eselon 4 menjadi 3, seperti kabid aset di BPKAD, maka yang bersangkutan harus memastikan seluruh aset di Kota Bengkulu tertata rapi dan bersertifikat. Jika gagal, ia harus mundur.
Inovasi ini juga bertujuan untuk menciptakan kenyamanan bagi ASN dalam bekerja. Walikota memberikan kesempatan kepada ASN untuk memilih posisi yang lebih sesuai dengan kenyamanan dan semangat kerja mereka.
“Mungkin selama ini mereka tidak nyaman pada posisi jabatan tadi. Ini juga tetap pertimbangan Baperjakat, tetapi ada kesempatan. Contoh kecil ada Kepala Seksi (Kasi) di kecamatan, dia mau kasi di kelurahan, karena mau dekat rumah. Kalau dia kasi kecamatan, dia tidak fokus kerja, tidak semangat. Kita ikuti, waktu jadi kasi kelurahan kita berharap dia semangat, kinerja meningkat. Kalau tidak, berarti ada yang salah dengan orangnya,” tegas Walikota.





