Wakil Gubernur Mian Usulkan Peningkatan Status Rumah Sakit Bergerak Enggano Menjadi Rumah Sakit Pratama
Pada Rabu, 9 Juli 2025, Wakil Gubernur Mian melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi Rumah Sakit Bergerak Enggano (Foto: Tommy Agung Raharjo/repoeblik.com)

Wakil Gubernur Mian Usulkan Peningkatan Status Rumah Sakit Bergerak Enggano Menjadi Rumah Sakit Pratama

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu Utara – Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui kepemimpinan Gubernur Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian terus berkomitmen untuk meningkatkan layanan kesehatan, terutama di wilayah terluar seperti Pulau Enggano. Hal ini disambut positif oleh tenaga kesehatan yang bertugas di Rumah Sakit Bergerak yang terletak di Desa Malakoni, Kecamatan Enggano.

Pada Rabu, 9 Juli 2025, Wakil Gubernur Mian melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi Rumah Sakit Bergerak Enggano dan menyampaikan rencana untuk meningkatkan status fasilitas kesehatan tersebut menjadi Rumah Sakit Pratama. “Kita upayakan untuk merevitalisasi Rumah Sakit Bergerak Enggano menjadi Rumah Sakit Pratama atau Rumah Sakit Tipe D. Nantinya, usulan tetap harus diajukan oleh kabupaten dan didorong oleh Gubernur. Namun, perlu adanya pembagian tugas dan kewenangan yang jelas,” ujar Mian.

Peningkatan pelayanan kesehatan telah menjadi prioritas utama pasangan Helmi-Mian sejak dilantik pada 21 Februari lalu, dengan mengedepankan prinsip “Bantu Rakyat”. Mian menjelaskan bahwa untuk mendukung rencana tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan menjalin koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, serta memastikan ketersediaan lahan untuk pembangunan fasilitas baru.

“Kita sudah melihat langsung kondisinya. Ini menjadi perhatian pemerintah kabupaten dengan dukungan provinsi, agar rumah sakit bergerak bisa ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Pratama, seperti di Ketahun, Ipuh, dan Mukomuko. Namun, harus dipastikan terlebih dahulu ketersediaan lahannya,” tambah Mian.

Untuk mempercepat proses tersebut, Wakil Gubernur Mian meminta Camat Enggano untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait di Kabupaten Bengkulu Utara agar bangunan Rumah Sakit Bergerak yang ada saat ini tidak dibongkar. “Pak Camat tolong dicek kembali. Nantinya tim dari kabupaten akan datang, dan bangunan rumah sakit bergerak tetap dipertahankan. Kita bangun di sampingnya, dan setelah Rumah Sakit Pratama berdiri, baru dilakukan penghapusan aset lama. Sepulang dari sini, kita akan panggil Pak Bupati untuk membahas persoalan ini lebih lanjut,” jelas Mian.

Sementara itu, Perawat Umum Rumah Sakit Bergerak Enggano, Kumala Sari, mengungkapkan bahwa usulan peningkatan status menjadi Rumah Sakit Pratama sebenarnya sudah pernah disampaikan sejak kunjungan tim dari Presiden Joko Widodo beberapa tahun lalu, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas. “Kami sudah mengusulkan sejak zaman kunjungan tim Pak Jokowi ke sini, tapi sampai sekarang belum ada progres sama sekali,” ungkap Kumala.

Camat Enggano, Susanto, juga menyampaikan keluhan terkait belum adanya kerja sama antara Rumah Sakit Bergerak Enggano dan BPJS Kesehatan. “RS ini sudah ada di Enggano, tetapi kendalanya belum ada kerja sama dengan BPJS. Kalau dibiarkan, biaya pelayanan di sini bisa mencapai satu juta rupiah per malam. Ini bukannya tambah sehat, malah tambah sakit,” keluhnya.

Gambar Gravatar
Wartawan berita lokal yang rutin meliput dinamika daerah, isu publik, dan peristiwa harian dengan gaya penulisan yang ringkas, jelas, dan berbasis fakta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *