Bengkulu – Ribuan ternak sapi dan kerbau di lima kabupaten di Provinsi Bengkulu terjangkit wabah Septicaemia epizootica (SE), atau yang lebih dikenal dengan penyakit “Ngorok,” pada Rabu, 30 Oktober 2024. Wabah ini menyebabkan kematian masal pada ternak di Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan, Kepahiang, Bengkulu Utara, dan Kota Bengkulu, berdasarkan data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Bengkulu.
Kepala Disnakeswan Provinsi Bengkulu, M. Syarkawi, menyebutkan bahwa jumlah ternak yang sakit akibat wabah ngorok terbanyak berada di Bengkulu Selatan, yaitu 467 ekor kerbau, 100 ekor sapi Bali, 99 ekor sapi Brahman, dan 215 ekor sapi biasa. Hingga saat ini, sebanyak 373 ternak yang telah dimusnahkan terdiri dari 294 kerbau, 39 sapi biasa, dan 40 sapi Bali.
Selain Bengkulu Selatan, wabah juga menyerang Kabupaten Kaur, dengan total 100 ekor ternak terjangkit yang terdiri dari 93 kerbau, 5 sapi, dan 2 sapi Bali. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 kerbau di Kabupaten Kaur telah dimusnahkan. Di Kabupaten Bengkulu Utara, tercatat 5 sapi yang terjangkit.