RSHD Bengkulu Perluas Layanan dan Infrastruktur, Targetkan Lonjakan Kualitas Pelayanan 2026

Bengkulu — Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu memasuki fase pembangunan besar dengan memperkuat layanan medis, menambah fasilitas rawat inap, serta menyiapkan perluasan gedung untuk mengimbangi kebutuhan kesehatan masyarakat yang terus meningkat. Seluruh pengembangan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang rumah sakit menuju standar layanan yang lebih modern dan komprehensif.
Direktur RSHD Kota Bengkulu, dr. Lista Cerlyviera, MM, mengatakan bahwa tahun 2025 hingga 2026 merupakan momentum penting bagi rumah sakit milik Pemerintah Kota Bengkulu tersebut. Selain menghadirkan sejumlah poli baru, RSHD juga sedang bersiap memperluas gedung pelayanan melalui lahan hibah seluas 1,5 hektare dari Pemerintah Provinsi Bengkulu.
“Dengan hibah lahan ini, kita bisa memperluas gedung dan menambah ruangan pelayanan. Usulan pembangunan kita masukkan untuk anggaran 2026,” kata dr. Lista. Gedung tambahan itu nantinya diperuntukkan bagi layanan prioritas sesuai kebijakan Kementerian Kesehatan, termasuk ruang-ruang medis yang membutuhkan fasilitas pendukung lebih besar.
Selain persiapan pembangunan fisik, RSHD telah memperkuat kapasitas layanan dengan menghadirkan tiga poli baru—Poli Paru, Poli Jiwa, dan Patologi Anatomi. Dokter spesialis mata serta dokter spesialis jiwa telah menyelesaikan pendidikan mereka, sehingga mulai bertugas untuk melayani pasien secara penuh.
Kehadiran Poli Jiwa menjadi salah satu langkah penting mengingat meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan mental. RSHD juga berencana menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman dengan Rumah Sakit Jiwa agar layanan berjalan lebih optimal, termasuk menghadirkan psikolog profesional dalam pendampingan pasien.
Sementara Poli Paru dibuka untuk memberikan penanganan lebih spesifik bagi penyakit pernapasan yang kian umum ditemukan setelah pandemi. Layanan Patologi Anatomi juga menjadi penopang penting dalam pemeriksaan laboratorium diagnostik, khususnya bagi pasien yang membutuhkan hasil analisis lebih detail untuk menentukan terapi lanjutan.
RSHD terus memaksimalkan fasilitas rawat inap dengan menambah 39 kamar baru, sehingga total kapasitas meningkat menjadi 173 kamar. Ruang tambahan ini diberi nama Ruang Madinah dan sekaligus dipersiapkan untuk mendukung penerapan sistem Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) bagi peserta BPJS.
“Penambahan kamar ini menjadi bagian dari persiapan naik kelas menjadi Rumah Sakit Tipe B. Kita ingin fasilitasnya benar-benar siap ketika proses peningkatan status dilakukan,” jelas dr. Lista.
Rumah sakit tersebut juga tengah menyiapkan perubahan struktur ruang instalasi gawat darurat (IGD), yang nantinya akan dialihfungsikan menjadi CATH Lab jantung. Fasilitas ini dibutuhkan setelah RSHD resmi membuka layanan kateterisasi jantung pada tahun berjalan, sebagai salah satu layanan unggulan.
Seluruh pengembangan ini menunjukkan komitmen RSHD untuk memperkuat pelayanan secara menyeluruh. Mulai dari ruang rawat, poli spesialis, laboratorium, hingga fasilitas jantung, semuanya dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat Kota Bengkulu akan layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau, modern, dan sesuai standar nasional.
“Dengan layanan baru dan pengembangan ini, harapan kami RSHD semakin siap melayani seluruh warga Bengkulu secara optimal,” tutup dr. Lista. (ADV)







