Presiden Joko Widodo Peringatkan Kenaikan Harga Beras
India, yang memiliki kebijakan menahan stok beras demi memenuhi kebutuhan dalam negeri, juga menghadapi perubahan iklim yang berdampak pada produksi berasnya. Hal ini menjadikan upaya Indonesia untuk mengimpor beras semakin kompleks.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa Indonesia menghadapi kesulitan dalam mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dalam pernyataannya, Jokowi mengungkapkan bahwa negara mitra dagang, termasuk Perdana Menteri India Narendra Modi, memiliki stok beras yang melimpah, namun mereka menahan stok tersebut untuk cadangan dalam negeri.
“Saya bicara dengan PM Narendra Modi dia punya stok beras, tapi dia pakai sendiri buat cadangan. Dia tidak berani melepas, saya sudah bicara, dia tidak berani melepas,” ujar Jokowi dalam sebuah acara di Jakarta.
Hal ini menjadi bagian dari tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mengatasi kekurangan beras dalam negeri, khususnya karena siklus kekeringan El Nino yang telah mempengaruhi produksi beras dalam negeri. Negara-negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, dan Kamboja yang sebelumnya pernah menawarkan stok beras mereka kepada Indonesia, kini juga mulai menahan diri dalam mengirimkan beras ke luar negeri.
Jokowi menjelaskan bahwa sementara ekspor beras masih mungkin, jumlahnya akan sangat terbatas. Situasi ini telah berdampak pada ketersediaan dan harga beras di dalam negeri, dengan harga beras jenis medium dan premium terus naik di sejumlah pasar di Jakarta Selatan. Harga beras mencapai Rp 12.000 per kilogram untuk jenis medium dan mencapai Rp 15.000 per kilogram untuk jenis premium.
Penulis : Affif Dwi As’ari
Editor : Affif Dwi As’ari






