Bengkulu – Festival Yo botoi botoi 2026 yang digagas Dinas Pariwisata Kota Bengkulu menjadi magnet perhatian masyarakat sekaligus ruang strategis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah lokal untuk meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar, Senin (9/2).
Gelaran tahunan yang selalu dinanti ini tidak hanya menghadirkan hiburan bagi pengunjung, tetapi juga membuka peluang ekonomi nyata bagi para pedagang. Sejumlah pelaku UMKM mengaku merasakan dampak langsung dari tingginya jumlah pengunjung yang memadati area festival.
“Sangat membantu ya, apalagi pengunjungnya ramai sekali. Ini jadi kesempatan buat kami para UKM untuk melariskan dagangan,” ujar salah satu pedagang sambil melayani pembeli.
Manfaat serupa dirasakan Ibu Nor, pedagang aksesori khas Bengkulu, yang menilai festival ini menjadi sarana penting untuk memperkenalkan produk lokal ke khalayak lebih luas. Ia berharap ajang semacam ini mampu mengangkat citra Kota Bengkulu hingga dikenal di luar daerah.
“Harapannya supaya Bengkulu makin maju dan elok, didengar masyarakat luar. Semoga dengan lebih banyak sponsor dan dukungan, Bengkulu bisa makin terdepan,” tutur Ibu Nor.
Festival Yobotobo 2026 menghadirkan beragam stan, mulai dari kuliner kekinian seperti corndog dan mochi hingga berbagai oleh-oleh khas Bengkulu yang diminati pengunjung. Keragaman produk tersebut memperkuat daya tarik festival sebagai destinasi wisata sekaligus pusat aktivitas ekonomi rakyat.
Selain itu, penerapan transaksi nontunai melalui QRIS tampak mendominasi hampir seluruh stan, memudahkan proses pembayaran dan mempercepat layanan di tengah tingginya aktivitas jual beli.
Kesuksesan Festival Yo botoi botoi 2026 diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi kreatif serta memperkuat posisi UMKM sebagai pilar ekonomi daerah di Bengkulu secara berkelanjutan.





