Presiden Joko Widodo Peringatkan Kenaikan Harga Beras
Dalam arahannya, Presiden Jokowi menekankan pentingnya kunjungan ke pasar sebagai langkah konkrit dalam menghadapi masalah kenaikan harga pangan. “Maka lihat pasar itu penting, lihat stoknya di kabupaten, kota, provinsi, cek-lihat. Jangan terjebak rutinitas sehari-hari, administrasi yang penting-penting mesti diperiksa terlebih dahulu. Ini selesai, baru kemudian kerjakan administrasi. Memang di pasar ada fluktuasi naik dan turun, tapi urusan harga harus dikendalikan,” ungkap Jokowi.
Presiden Jokowi juga mengingatkan para kepala daerah untuk selalu menjaga pasokan dan memantau perubahan harga dengan turun ke lapangan. Dengan tindakan ini, diharapkan akan lebih mudah mendeteksi permasalahan yang mungkin muncul, seperti kelangkaan atau kenaikan harga yang tidak wajar.
Blusukan ke pasar dianggap sebagai langkah yang relevan dan efektif dalam menangani masalah kenaikan harga pangan, seiring dengan fakta bahwa masyarakat langsung merasakan dampak dari fluktuasi harga pangan. Dengan melibatkan kepala daerah dalam pemantauan pasar, pemerintah daerah dapat lebih cepat merespons dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong para kepala daerah untuk tidak ragu-ragu dalam menggunakan dana tak terduga yang tersedia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna mengatasi masalah inflasi. Dalam acara arahan di Istana Negara, Jakarta, yang dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Presiden Jokowi menekankan bahwa aturan memungkinkan penggunaan dana tak terduga untuk mengatasi inflasi.
“Sebetulnya anggaran tak terduga (di APBD) itu bisa dipakai untuk mengatasi inflasi, betul Bu Menkeu, pak Mendagri boleh? Payung hukumnya sudah ada. Artinya, bapak ibu jangan ragu-ragu mengalokasikan anggaran jika terjadi kenaikan inflasi dan harga-harga naik, segera stabilkan pasokan,” ungkap Jokowi.





