Alaku

Prabowo Targetkan 30 Ribu Koperasi Merah Putih Beroperasi Akhir 2026, Perkuat Ekonomi Desa

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang digelar di Istana Negara, Jakarta pada Senin, 20 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) akan menjadi tulang punggung penguatan ekonomi desa sekaligus memperpendek rantai distribusi kebutuhan pokok. Pemerintah menargetkan sebanyak 30 ribu koperasi telah beroperasi hingga akhir 2026 sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi nasional dari tingkat desa.

Pernyataan itu disampaikan Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7). Menurut Prabowo, lebih dari seribu Koperasi Merah Putih kini telah beroperasi dan akan terus diperluas hingga menjangkau seluruh daerah.

Presiden mengatakan keberadaan koperasi akan menjadi instrumen penting bagi pemerintah dalam membangun rantai pasok nasional yang terintegrasi dari pusat hingga desa. Dengan sistem tersebut, pemerintah memiliki kendali distribusi sehingga dapat mencegah kelangkaan barang maupun praktik penimbunan yang merugikan masyarakat.

“Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, sekarang pemerintah akan punya jalur, akan punya suatu pegangan rantai pasok, supply chain, retail chain, dari pusat sampai ke desa. Pertama kali dalam sejarah, kita sekarang tidak bisa di-blackmail,” ujar Prabowo.

Ia menjelaskan hasil kajian pemerintah menunjukkan panjangnya rantai distribusi selama ini membuat keuntungan terbesar justru dinikmati para perantara. Berdasarkan penelitian Kementerian Pertanian, sekitar 30 hingga 40 persen margin perdagangan dinikmati pihak tengah, sementara petani dan konsumen hanya memperoleh sekitar 30 persen masing-masing.

Melalui Koperasi Merah Putih, pemerintah menargetkan margin distribusi dapat ditekan menjadi sekitar 5 hingga 10 persen. Dengan demikian, nilai ekonomi yang selama ini dinikmati perantara dapat kembali kepada petani sekaligus memberikan harga yang lebih baik bagi masyarakat sebagai konsumen.

“Dengan koperasi Merah Putih, KDMP, marginnya kurang lebih 5 sampai 10 persen. Saya kira koperasi ambil 5 persen sudah cukup, berarti sisanya bisa dinikmati oleh petani dan konsumen. Ini adalah keamanan ekonomi jangka panjang,” kata Presiden.

Prabowo menambahkan koperasi tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha, tetapi juga akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti gudang, cold storage, armada distribusi, gerai, bengkel alat dan mesin pertanian, hingga menjadi penyalur barang-barang bersubsidi.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden menyampaikan pemerintah telah menyelesaikan 108 persoalan kronis bangsa pada 18 bulan pertama pemerintahan. Setelah memasuki 20 bulan masa kerja, ia meyakini semakin banyak persoalan strategis yang berhasil ditangani melalui berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah.

Prabowo juga menyoroti sejumlah capaian lain, di antaranya berdirinya Bank Emas Indonesia yang kini mengelola sekitar 153 ton emas senilai sekitar 20 miliar dolar AS, kenaikan gaji hakim setelah 12 tahun tidak mengalami penyesuaian, pengampunan kredit macet bagi pelaku UMKM, serta percepatan pembangunan infrastruktur desa dan kawasan pesisir.

Di akhir arahannya, Presiden menegaskan pemerintah akan terus mengawal seluruh program strategis dengan tata kelola yang baik dan menindak setiap bentuk penyimpangan tanpa pandang bulu. Menurutnya, kebijakan yang berpihak kepada rakyat akan menjadi fondasi bagi Indonesia yang lebih mandiri, tangguh, dan berdaulat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan