Menurut Sultan, keseimbangan antara demokrasi (check and balance) dan ekologi merupakan inti dari buku Green Democracy. Warna hijau, yang menjadi judul buku ini, tidak hanya sekadar warna, tetapi juga melambangkan harapan, pertumbuhan, kemakmuran, dan keseimbangan.
“Melalui buku ini, kami menawarkan beberapa inovasi dalam demokrasi yang relevan dengan konteks ke-Indonesiaan. Baik dalam sistem pemilu, parlemen, maupun legislasi, serta tentunya penguatan lembaga DPD,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sultan menyatakan dukungannya terhadap wacana pembentukan kabinet zaken dalam pemerintahan presiden terpilih, Prabowo Subianto. Ia mengusulkan agar para ketua umum partai politik ditempatkan dalam struktur pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, sebagai bentuk pemisahan kekuasaan yang lebih baik.
“Mari kita posisikan para tokoh ketua umum partai pada tempat yang lebih bermartabat sebagai negarawan, sebagai majelis syuro nasional di MPR RI,” ujar Sultan.
Selain peluncuran buku, acara yang dihadiri oleh 110 anggota DPD RI terpilih ini juga diwarnai dengan deklarasi spontan bakal calon pimpinan DPD RI periode 2024-2029. Sultan B Najamuddin resmi diumumkan sebagai calon ketua, didampingi oleh tiga calon wakil ketua, yaitu Yorrys Raweyai, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, dan Tamsil Linrung.






