RKPD 2027, Dedy Targetkan Bengkulu Jadi Pusat Ekonomi Modern

Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu mulai mematangkan arah pembangunan melalui Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 dengan fokus pada penguatan infrastruktur dan transformasi ekonomi kota. Langkah ini disampaikan dalam forum konsultasi publik yang melibatkan unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, akademisi, serta tokoh masyarakat, Rabu (11/2/26).
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi memaparkan rencana besar menata ulang wajah kota agar berkembang sebagai pusat ekonomi yang modern dan tertata. Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama guna menyelaraskan program daerah dengan visi Asta Cita Presiden RI serta visi Gubernur Bengkulu Helmi Hasan.
Penuntasan pembangunan jalan yang belum rampung serta perbaikan sistem drainase untuk mengatasi banjir menjadi agenda awal. Setelah itu, pemerintah akan membenahi dan memperindah fasilitas publik yang selama ini kurang terawat agar lebih estetis sekaligus fungsional.
Strategi lain yang disiapkan adalah pemindahan pusat perkantoran dan revitalisasi kawasan lama. Pada 2026, Kantor Wali Kota Bengkulu ditargetkan resmi berpindah ke kawasan Mess Pemda. Kawasan bersejarah Kampung Cina juga akan dihidupkan kembali sebagai pusat ekonomi masyarakat.
Penataan Pasar Minggu turut masuk dalam agenda, termasuk langkah pengambilalihan kembali lahan sengketa di Mega Mall dan PTM (Pasar Tradisional Modern) guna mengoptimalkan perputaran ekonomi daerah.
Pembangunan disebut tidak lagi terpusat di kawasan inti kota. Pemerintah berkomitmen menjangkau wilayah lain, termasuk penataan pedagang agar tidak berjualan di badan jalan demi menjaga ketertiban umum.
Di sektor kesehatan, pembangunan Rumah Sakit Adhyaksa direncanakan di kawasan perbatasan seperti Betungan. Sementara itu, proyek Berkotose 1 dan 2 dilaporkan telah mencapai progres 80 persen dan ditargetkan tuntas tahun ini.
”Kota Bengkulu harus betul-betul menjadi pusat ekonomi, pusat transaksi perdagangan, dan memiliki fasilitas kesehatan yang mumpuni. Semua ini kita susun dalam program kerja yang terarah,” ujar Dedy didampingi Waka I DPRD Kota Bengkulu Rahmat Widodo dan Plt Kepala Bappeda Kota Bengkulu Yudiya Hasana Putra.
Dedy menyebut 2026 akan menjadi fase penting transformasi kota, dengan infrastruktur yang semakin terhubung serta munculnya titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah.
Plt Kepala Bappeda Kota Bengkulu Yudiya Hasana Putra menambahkan, konsultasi publik ini menjadi langkah strategis untuk menjaring aspirasi masyarakat secara transparan dan akuntabel. Forum tersebut memaparkan arah kebijakan pembangunan 2027 sekaligus menghimpun masukan guna menyempurnakan rancangan awal dokumen perencanaan daerah.
Melalui sinergi lintas elemen ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap program pembangunan ke depan semakin inklusif dan responsif terhadap kebutuhan warga.






