Alaku

Curriculum of Love: Toleransi sebagai Fondasi

Salah satu program prioritas Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Nasaruddin adalah Curriculum of Love, yaitu kurikulum berbasis cinta kasih yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan penghargaan terhadap keragaman dalam sistem pendidikan.

“Kami menanamkan bahwa menjadi orang beragama berarti menjadi warga negara yang baik. Toleransi bukan berarti menyamakan semua agama, melainkan menghormati perbedaan dan membiarkan setiap orang menjalankan keyakinannya dengan bebas,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya merawat tradisi lokal sebagai bagian dari ekspresi keberagamaan yang hidup dan dinamis.

Kesetaraan Gender sebagai Agenda Nasional

Dalam forum tersebut, Nasaruddin juga menggarisbawahi komitmen Indonesia dalam mendorong kesetaraan gender. Menurutnya, pendekatan berbasis agama telah berhasil membuka akses pendidikan dan partisipasi politik yang lebih luas bagi perempuan.

“Di Indonesia, tidak kurang dari 25 persen lembaga pendidikan dijalankan oleh organisasi keagamaan. Mereka menjadi garda depan dalam pemberdayaan perempuan,” kata Nasaruddin. Ia menyebut gerakan perempuan di Indonesia sebagai salah satu yang paling berhasil dalam dunia Islam.

1 2 3

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan