Alaku

Bengkulu Tabut adalah upacara tradisional masyarakat Bengkulu untuk mengenang syahidnya cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib, yang gugur di Padang Karbala, Irak pada 10 Muharram tahun 61 Hijriah. Ritual ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1685 oleh Imam Senggolo atau Syekh Burhanuddin, yang kemudian menikah dengan perempuan Bengkulu dan mewariskan tradisi tersebut kepada anak keturunannya, yang dikenal sebagai keluarga Tabut. Prosesi Tabut rutin digelar mulai 1 hingga 10 Muharram setiap tahunnya.

Pada perhelatan Tabut tahun 2025 ini, sebuah karya monumental turut mewarnai peringatan: buku berjudul “Kami Orang Tabut” persembahan Agustam Rachman, seorang penulis, aktivis, advokat, dan pemerhati sosial. Buku ini memperluas perspektif terhadap transformasi Tabut dari sebuah ritus keagamaan menjadi festival budaya, sekaligus mengupas persoalan “kepemilikan” tradisi dalam kolektifitas masyarakat Bengkulu yang terus berulang dari generasi ke generasi.

Duka yang dirayakan, demikian kesan yang muncul dalam buku ini.

1 2 3 4

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan