Scroll untuk baca artikel
Alaku
Alaku
Alaku
Literasi & Opini

Benteng, Komunitas, Suara Laut dan Pintu

×

Benteng, Komunitas, Suara Laut dan Pintu

Sebarkan artikel ini
Benteng, Komunitas, Suara Laut dan Pintu
Mahatma Muhammad, Seniman, Pengamat dan Pekerja Budaya. Pendiri Komunitas Seni Nan Tumpah (foto: dok pribadi)

Benteng Marlborough cuma tumpukan batu jika tidak diisi suara. Festival cuma jadi jadwal acara biasa jika tidak diberi narasi. Komunitas cuman pemain cadangan jika tidak diberi otoritas. Kalau Festival Serempak atau festival budaya sejenis yang kita gagas hanya menjadi pesta tahunan, ia akan padam begitu lampu panggung dimatikan dan pintu benteng ditutup. Tapi kalau ia dijaga komunitas, disokong kolaborasi, dipicu inovasi, dan diberi tema yang berani, festival budaya ini bisa menjadi pintu masuk untuk tahun-tahun berikutnya. Pintu masuk generasi muda untuk kenal, mengakrabi, dan mengembangkan warisan budaya mereka. Pintu bagi Bengkulu untuk membaca ulang laut dan arus sejarahnya.

Budaya tidak berhenti pada satu generasi, kawan-kawan. Hehe.

Sabtu, 27 September 2025.

Baca Juga:  Pilkades dan Pjs Kades, Jangan “Perkosa” Hak Demokrasi Rakyat Kecil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *