Alaku

Bandara Fatmawati Bengkulu Berhenti Beroperasi

Bandara Fatmawati Bengkulu Berhenti Beroperasi – Foto Dok Berita Satu

Sukarno Anjasman, Prakirawan BMKG Bandara Fatmawati, menjelaskan bahwa kabut asap yang melanda Kota Bengkulu saat ini adalah yang terparah yang pernah tercatat. Jarak pandang yang sangat terbatas, kurang dari satu kilometer, telah membuat operasi penerbangan di wilayah tersebut menjadi sangat sulit dan berbahaya. Kabut asap yang tebal ini juga telah mengganggu aktivitas pengendara, yang harus menyalakan lampu kendaraan untuk memberi tanda kepada pengendara lainnya.

Anjasman lebih lanjut mengungkapkan bahwa kabut asap di Kota Bengkulu diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Hal ini disebabkan oleh adanya sejumlah titik panas yang terdeteksi di beberapa wilayah Provinsi Bengkulu. Sebanyak sembilan titik panas telah teridentifikasi di wilayah Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Lebong, dan Kabupaten Mukomuko. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan terjadinya kabut asap yang cukup tebal.

Menghadapi kondisi cuaca yang sangat buruk akibat kabut asap yang bercampur dengan awan di Kota Bengkulu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu telah mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat. Mereka mendorong agar warga di wilayah tersebut menggunakan masker sebagai tindakan pencegahan, mengingat kabut asap yang terus menyelimuti kota telah mengakibatkan peningkatan risiko terhadap infeksi saluran pernapasan atas (Ispa).

Joni Haryadi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Bengkulu, menyatakan, “Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan fisik mereka dan menghindari paparan kabut asap. Salah satu langkah yang sangat efektif adalah dengan menggunakan masker ketika mereka berada di luar rumah.” Imbauan ini disampaikan sebagai respons terhadap kondisi kabut asap yang semakin memburuk, dengan jarak pandang yang sangat terbatas dan dampak negatif terhadap kesehatan pernapasan.

Ispa adalah kondisi yang sering kali berkaitan dengan paparan kabut asap yang tebal. Ini dapat mengakibatkan gejala seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan kesulitan bernapas. Bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan pernapasan yang mendasar, seperti asma, paparan kabut asap bisa menjadi sangat berbahaya.

1 2 3

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan