Alaku

Aksi “Draw The Line”: Desak Transisi Energi Bersih Segera Dilaksanakan

Ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, komunitas, dan jaringan masyarakat sipil di Bengkulu menggelar aksi kampanye iklim bertajuk “Draw The Line: Saatnya Energi Bersih, Bukan Janji!” pada Minggu (21/9/25) di Simpang Lima Kota Bengkulu (foto: dok Awang Konaevi/repoeblik.com)

Peserta aksi menekankan bahwa Bengkulu memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi terbarukan. “Transisi energi bukan hanya mungkin, tapi harus dilakukan. Kita punya sumber daya, tinggal kemauan politik dan kebijakan yang berpihak pada rakyat dan lingkungan,” lanjut Yayuk.

Dalam pernyataan sikap, massa aksi menyampaikan lima tuntutan utama:

  1. Pemerintah pusat dan daerah segera menghentikan ketergantungan pada PLTU batubara dan energi fosil, serta memulai transisi energi bersih yang adil.
  2. Presiden Republik Indonesia tidak memberikan izin baru untuk tambang batubara, PLTU, dan proyek energi fosil lainnya.
  3. Aparat penegak hukum menindak tegas kejahatan lingkungan oleh industri batubara sesuai dengan UU No. 32 Tahun 2009.
  4. Kementerian ESDM mempercepat implementasi energi baru terbarukan sesuai amanat UU No. 30 Tahun 2007 dan Perpres No. 112 Tahun 2022.
  5. Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen nyata dalam forum internasional seperti COP 30 di Belém, Brasil, untuk menghentikan energi kotor dan mengejar target Perjanjian Paris.

Aksi ditutup dengan pernyataan komitmen bersama dari seluruh peserta, bahwa perjuangan melawan energi kotor adalah bagian dari upaya mewujudkan kehidupan yang layak, sehat, dan berkelanjutan.

1 2 3

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan