Deddy Sitorus Sindir Capres Rekrut Aktivis
Sekretaris Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Pilpres dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Deddy Sitorus, mengeluarkan sindiran tajam terhadap salah satu bakal calon presiden (capres) yang diduga merekrut aktivis untuk membersihkan noda masa lalunya serta capres yang dianggap hanya pandai berbicara tanpa bukti kinerja yang solid.
Dalam pernyataannya, Deddy Sitorus memulai dengan menjelaskan pentingnya memilih presiden yang memiliki rekam jejak yang bersih dan dapat dipertanggungjawabkan. Deddy menegaskan bahwa PDIP memiliki calon presiden yang memenuhi kriteria tersebut, yakni Ganjar Pranowo.
Namun, Deddy menyoroti tindakan bakal capres lain yang diduga merekrut aktivis untuk membersihkan noda masa lalunya. “Tidak seperti calon presiden lain yang terlihat mencari-cari aktivis untuk membersihkan jejak masa lalu mereka,” tegas Deddy.
Selain itu, Deddy juga menyindir calon presiden yang hanya pandai berbicara tanpa mampu menunjukkan kinerja nyata. “Kita tidak hanya butuh calon presiden yang jago bicara, namun juga mampu membuktikan kinerja nyata dalam memimpin bangsa ini,” ujar Deddy dengan lugas.
Pernyataan Deddy Yevry Sitorus ini menandakan semakin panasnya persaingan dalam Pilpres mendatang. Masing-masing tim pemenangan berupaya untuk memperkenalkan calon presiden yang dianggap memiliki kualitas dan komitmen terbaik untuk memimpin Indonesia ke arah yang lebih baik.
Dalam acara di Rumah Aspirasi Ganjar Pranowo, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/9/2023), Deddy menyatakan pendiriannya terkait pilihan calon presiden. “Kalau bagi saya sederhana milihnya (Ganjar). Pertama tentu kita perlu orang yang punya rekam jejak yang tanpa noda. Betul? Silakan lihat yang lain, ada nodanya apa nggak? Ada. Maka mereka butuh detergen, dia rekrut aktivis, dia rekrut macam-macam supaya nodanya hilang, kuat melobi,” ujar Deddy dengan tegas dilangsir dari Detiknews.
Deddy menjelaskan bahwa integritas dan kebersihan rekam jejak calon presiden menjadi faktor krusial dalam proses pemilihan. Menurutnya, calon presiden yang membutuhkan upaya besar untuk membersihkan rekam jejaknya dengan merekrut aktivis menimbulkan pertanyaan akan integritas dan transparansi dari calon tersebut.
Selain itu, Deddy juga menyentil capres yang mahir berbicara namun tidak mampu menunjukkan kinerja yang sesuai dengan janji-janjinya. “Ada calon presiden yang pandai berkata-kata, namun, kerja calon presiden tersebut tidak sesuai dengan apa yang disampaikan kepada publik,” tambahnya.
Pernyataan Deddy Yevry Sitorus ini memberikan gambaran jelas tentang kriteria yang dianggap penting oleh tim pemenangan PDIP dalam menilai calon presiden yang layak untuk dipilih dalam konteks Pilpres mendatang.”Ada satu jagonya cuma ngomong. Betul. Kalau ngomong kita bisa sampai bisa tidur, ngalah-ngalahin obat tidur. Tapi disuruh kerja apa yang terjadi? Hancur,” ujar Deddy.
“Dia harus bisa gerak cepat, sat set. Seperti Pak Jokowi tiap hari keliling Indonesia. Kalau yang satunya turun dari mobil aja sudah susah apalagi naik tangga pesawat,” ungkap Deddy dengan gamblang.
Deddy juga menekankan pentingnya berdebat sesuai dengan fakta tanpa menyebarkan hoaks. Ia mengajak para pendukung Ganjar Pranowo untuk mempertimbangkan kontestasi sebagai ajang demokratis dan memahami hak setiap calon untuk mencalonkan diri. “Saya mohon jangan menyerang calon manapun. Kontestasi ini kontestasi demokratis sehingga semua calon tentu berhak untuk mencalonkan diri, kita hormati,” ujar Deddy.
Lebih lanjut, Deddy menegaskan bahwa berbicara mengenai kapabilitas, kondisi fisik, dan mental adalah bagian dari realitas yang harus dibahas dalam pemilihan seorang calon presiden. Namun, ia meminta agar pembahasan tersebut tetap berlandaskan fakta dan tidak menyentuh ranah serangan personal atau penyebaran informasi palsu.
Pernyataan Deddy Yevry Sitorus ini memberikan gambaran tambahan mengenai kriteria-kriteria yang dianggap penting dalam proses pemilihan calon presiden dan menggarisbawahi pentingnya debat yang bermutu dan berdasarkan fakta dalam mendukung proses demokratis.






