Bengkulu – Sejak resmi dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bengkulu, pasangan Dedy Wahyudi–Roni Tobing langsung tancap gas. Mereka tak hanya melanjutkan program-program unggulan seperti BPJS Gratis dan pendidikan gratis, tapi juga fokus pada penataan kota, pengelolaan sampah, dan revitalisasi pasar.
Penataan Wajah Kota dan Wisata
Wali Kota Dedy Wahyudi ingin menjadikan Bengkulu sebagai kota jasa dan perdagangan yang menarik bagi wisatawan. Fokus utamanya kini tertuju pada pembenahan kawasan wisata Pantai Panjang dan Danau Dendam Tak Sudah.
Simpang-simpang kota pun turut dipercantik. Simpang Lima, yang sebelumnya terkesan kumuh, kini memiliki air mancur yang hidup kembali, dihiasi lampu dan cat bernuansa merah putih. Semua Tugu Tabot di persimpangan juga telah dipercantik. Tak hanya itu, Simpang Harapan akan segera diperlebar dan dipercantik juga.
Pantai Panjang, Bersih dan Terang
Setelah pengelolaan Pantai Panjang diserahkan oleh Gubernur Helmi Hasan kepada Pemerintah Kota, Dedy bergerak cepat. Ia langsung mengerahkan seluruh ASN untuk melakukan aksi bersih-bersih pantai. Tiap OPD diberi tanggung jawab menjaga kebersihan.
Warung remang-remang (warem) yang menjual tuak dan mengganggu ketertiban telah ditertibkan dengan ekskavator. Jogging track yang sebelumnya dipenuhi tenda pedagang kini tertata rapi. Pantai semakin bersih, dan akan ditata hingga ke Pasar Bengkulu.
Lampu jalan yang selama ini dikeluhkan warga juga akan segera diganti. “Lampu sudah dipesan, dana siap. Akhir Juni Pantai Panjang akan terang benderang,” tegas Dedy.
Setelah bersih dan rapi, Dedy berencana mengundang investor dan melobi pemerintah pusat untuk mendukung target “Pantai Panjang Go Internasional.”
Penataan Danau Dendam
Selain Pantai Panjang, perhatian juga diberikan ke Danau Dendam Tak Sudah. Dedy berkomitmen melanjutkan penataan kawasan dan akan meminta dukungan dari pemerintah pusat. “Mohon doanya,” ujarnya.
Bidang Pendidikan, Bebas Pungutan dan Ujian Lokal
Pemerintah Kota menghapus semua pungutan di sekolah yang memberatkan orang tua, seperti uang perpisahan, penjualan LKS, dan pungutan komite.
Di bidang religius, siswa yang akan masuk SD wajib bisa membaca huruf hijaiyah, sementara yang masuk SMP wajib bisa membaca Al-Qur’an minimal Iqra 3.
Dedy juga menggagas UTK (Ujian Tobo Kito), sejenis evaluasi belajar seperti EBTA era 80-an. “Tidak memengaruhi kelulusan, hanya indikator keberhasilan,” katanya.
Bidang Kesehatan, Layanan 24 Jam & Puskesmas Ditingkatkan
Dedy Wahyudi melakukan inovasi dengan membuka layanan Puskesmas hingga malam hari (24 jam), untuk memudahkan warga yang bekerja di siang hari.
Renovasi fasilitas dan peningkatan kualitas layanan Puskesmas terus dilakukan. Tahun depan, Dedy berkomitmen untuk menaikkan TPP tenaga kesehatan (nakes).
Tak hanya itu, rumah sakit baru akan dibangun khusus menangani penyakit Panca Indra, dan akan berlokasi di Kecamatan Selebar.
Inovasi Pelayanan, 4 in 1
Pengembangan dari program 3 in 1, Dedy meluncurkan 4 in 1, inovasi pelayanan saat warga meninggal dunia. Selain pengurusan akta kematian, perubahan KK, dan KTP ahli waris, kini jika almarhum adalah PNS/pensiunan, keluarga tak perlu ke Taspen. Semua akan diurus dan diserahkan langsung oleh Wali Kota ke rumah duka.
“Insyaallah, ini satu-satunya di Indonesia,” ujar Dedy.
Penataan Pasar Tradisional
Program 100 Hari juga menyasar penataan pasar, seperti Pasar Panorama dan Pasar Minggu, yang kini mulai terlihat perubahan. Pedagang kaki lima mulai ditata, dan tidak lagi berjualan di trotoar atau badan jalan.
Penataan juga akan menyasar kawasan KZ Abidin. Untuk Pasar Baru Kota I dan II, anggaran telah disiapkan dan pekerjaan akan dimulai Juli ini, ditargetkan selesai akhir 2025.
Gerakan Bengkulu BISA
Program Bengkulu BISA (Bersih, Indah, Sejuk, Asri) telah dilaunching. Tiap kelurahan berlomba-lomba menjadi yang terbersih.
Dedy menjanjikan hadiah dan tiket promosi jabatan bagi Camat dan Lurah terbaik. “Jangan buang sampah sembarangan. Ayo gotong royong setiap minggu,” imbaunya.
Infrastruktur: Fokus Jalan, Drainase, dan Lampu
Anggaran untuk perjalanan dinas dipangkas, dan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur, seperti jalan, drainase, dan lampu jalan.
Dedy juga akan membangun Belungguk Point, kawasan ekonomi kreatif untuk UMKM, seniman, dan budayawan, yang akan menjadi pusat kegiatan malam bertema Car Free Day Night. Lokasinya di Jl. S. Parman.
Pemerintahan, WTP dan Pelayanan ASN
Dedy menegaskan komitmen terhadap tata kelola pemerintahan. Kota Bengkulu kembali meraih predikat WTP dari BPK untuk ke-7 kalinya secara berturut-turut.
Dedy juga memastikan hak-hak ASN seperti TPP, honor PTT, BOP Ketua RT, dan pengurus syarak dibayar tepat waktu.
Dalam 100 hari pertama, pasangan Dedy-Roni menunjukkan bahwa mereka tak hanya berbicara, tapi benar-benar bekerja. Gebrakan mereka mulai mengubah wajah Bengkulu. Warga pun kini menanti, apa gebrakan selanjutnya?






