Waspada Modus Gedor Pintu, 7 Tips Ampuh Agar Aman di Kosan
- 1. Kunci Pintu Dengan Ganda dan Selektif Membuka
- 2. Hindari Mengumbar Informasi atau Tanda Identifikasi
- 3. Pasang Terali, Tirai Gelap, dan Sistem Alarm
- 4. Manfaatkan CCTV atau Peringatan Visual
- 5. Bangun Koneksi dengan Sesama Penghuni
- 6. Jangan Pamer dan Simpan Barang Berharga Secara Tersembunyi
- 7. Tetap Waspada dan Siapkan Alat Komunikasi
Bengkulu – Kasus perampokan yang menimpa mahasiswi di Kelurahan Kandang Limun, Bengkulu, baru-baru ini diduga dimulai dari modus sederhana, pelaku mengetuk atau “menggedor” pintu sambil mengucapkan kata-kata sopan seperti “permisi”, agar korban merasa aman dan membuka pintu. Sayangnya, di balik sikap ramah itu, pelaku langsung mengancam dengan pisau dan merampas perhiasan serta uang tunai.
Untuk mencegah kejadian serupa, simak sejumlah langkah pencegahan praktis yang dirangkum oleh redaksi dari berbagai sumber, tips ini diharapkan bisa diterapkan di lingkungan kosan:
1. Kunci Pintu Dengan Ganda dan Selektif Membuka
Selalu pasang pengamanan ganda pada pintu kamar, misalnya gembok tambahan atau chain lock. Jangan pernah langsung membuka pintu meski si pelaku tampak sopan. Jika tidak mengenal, sampaikan melalui ventilasi atau lubang kecil tanpa membuka pintu sepenuhnya. Menurut situs Allianz, “pastikan semua akses masuk terkunci” dan gunakan setidaknya kunci ganda untuk pintu utama.
2. Hindari Mengumbar Informasi atau Tanda Identifikasi
Jangan tempel nama penghuni atau label aktivitas di pintu kamar, seperti “kuliah” atau “rumah kosong”. Tips ini diangkat dari pengalaman di Kompasiana bahwa pencuri acap menyamar sebagai teman penghuni kos untuk masuk dengan mudah.
3. Pasang Terali, Tirai Gelap, dan Sistem Alarm
Pasang terali pada jendela dan gunakan tirai yang tidak tembus pandang agar aktivitas di dalam kamar tidak mudah terlihat dari luar. Bila memungkinkan, lengkapi dengan bel alarm atau sistem sensor pintu. Platform Mamikos menyebutkan pentingnya “memasang bel alarm” terintegrasi sensor agar jika pintu dibuka oleh orang tak dikenal, alarm langsung berbunyi kuat.
4. Manfaatkan CCTV atau Peringatan Visual
Pemasangan CCTV, atau setidaknya stiker yang memberi kesan diawasi oleh kamera, bisa menjadi pencegah penting. Sebuah blog dari Hikvision menyatakan bahwa stiker peringatan keberadaan CCTV saja sudah membuat calon pelaku berpikir dua kali untuk bertindak .
5. Bangun Koneksi dengan Sesama Penghuni
Menjalin hubungan baik antar penghuni kos sangat penting. Jika ada yang mengetuk pintu, penghuni lain bisa dengan cepat memantau situasi sebelum membuka. Kompasiana menekankan pentingnya mengenal penghuni lain agar tidak mudah dikelabui penyusup .
6. Jangan Pamer dan Simpan Barang Berharga Secara Tersembunyi
Hindari mengenakan atau memamerkan barang berharga, bahkan di dalam kamar. Jangan menaruh dompet atau perhiasan di tempat mudah terlihat. Blog lainnya menyarankan menyimpan barang berharga di lokasi tersembunyi yang hanya diketahui sendiri .
7. Tetap Waspada dan Siapkan Alat Komunikasi
Simpan nomor darurat seperti polisi atau satpam kos dalam bentuk mudah diakses, misalnya di belakang pintu. Bila merasa terancam, cukup tekan alarm atau hubungi pihak keamanan segera.






