
Meski demikian, Sultan juga melihat potensi ekonomi dari arus mudik Lebaran. Ia menilai pergerakan jutaan masyarakat ke daerah asal dapat menjadi pendorong aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.
Sultan bahkan menyebut arus mudik sebagai “mesin ekonomi raksasa” karena mampu memicu perputaran ekonomi lokal saat masyarakat kembali ke kampung halaman.
Menurutnya, momentum ini perlu dimanfaatkan oleh pemerintah daerah, pelaku UMKM, sektor pariwisata, serta pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan potensi daerah masing-masing.
“Setelah bersilaturahmi dengan keluarga, para pemudik bisa diajak menikmati kuliner lokal, mengunjungi destinasi wisata daerah, serta membeli produk-produk UMKM. Ini kesempatan besar untuk menghidupkan ekonomi daerah,” ujar Sultan.
Selain itu, Sultan juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai program mudik gratis yang digelar untuk membantu masyarakat pulang ke kampung halaman. Salah satunya adalah program mudik gratis yang diinisiasi DPP KAMSRI bagi warga Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang tinggal di Jakarta.
“Selamat buat warga Sumbagsel – Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jambi dan Bangka Belitung, di Jakarta yang sudah mendapatkan seats mudik gratis bersama KAMSRI. Semoga aman dan lancar,” ungkap Sultan B Najamudin.
Program tersebut rencananya akan dilepas pada 14 Maret 2026 di kompleks Gedung MPR, DPR, dan DPD RI di kawasan Senayan, Jakarta.
Sultan yang juga senator dari Provinsi Bengkulu turut menyampaikan harapan agar perjalanan mudik Lebaran tahun ini berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.
“Semoga perjalanan mudik tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (*)
Halaman : 1 2
Tinggalkan Balasan