Senator Destita Tanamkan Nilai Kepemimpinan dan Pancasila kepada Pelajar Bengkulu
“Setiap orang pasti punya masalah. Yang penting, kita mampu mencari akar persoalan. Bisa dengan metode lima why, terus bertanya ‘kenapa’ hingga menemukan inti masalah. Setelah itu, barulah pikirkan alternatif solusi. Pemimpin juga harus berani mengambil keputusan dan siap menanggung risikonya,” jelasnya.
Pertanyaan lain datang dari Calista Nabila yang menyoroti kurangnya pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Destita, nilai Pancasila harus tercermin dalam tindakan nyata.
“Contoh sederhana adalah gotong royong. Kalau kita sudah tidak mau peduli dan enggan bekerja sama, berarti nilai Pancasila tidak benar-benar kita amalkan. Pemimpin maupun generasi muda harus memberi teladan dalam hal ini,” katanya.
Destita juga membuka ruang komunikasi bagi para pelajar melalui media sosial maupun kunjungan langsung ke kantornya di Padang Harapan, Bengkulu. Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang berkarakter kuat, nasionalis, serta siap menjadi pemimpin masa depan.




