Sejarah Tahun Baru Islam: Memahami Hijrah dan Maknanya
Proses ini dimulai ketika Khalifah Umar bin Khattab menerima berbagai keluhan dan laporan tentang kebingungan yang timbul akibat tidak adanya sistem penanggalan yang konsisten. Pada masa itu, urusan administrasi dan surat-menyurat seringkali menemui hambatan karena tidak adanya penanggalan yang seragam. Menyadari urgensi ini, Umar bin Khattab kemudian mengumpulkan para sahabat untuk mencari solusi terbaik.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai usulan mengenai titik awal kalender diajukan. Ada yang mengusulkan untuk memulai kalender dari tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW, dari tahun beliau menerima wahyu pertama, atau dari tahun wafatnya. Namun, akhirnya disepakati bahwa peristiwa Hijrah yang menjadi titik awal penanggalan, karena Hijrah dianggap sebagai peristiwa yang sangat penting dalam sejarah Islam. Hijrah menandai awal dari terbentuknya masyarakat Islam yang mandiri dan berdaulat di Madinah.
Alasan pemilihan Hijrah sebagai titik awal ini didukung oleh riwayat-riwayat yang menyebutkan pentingnya peristiwa tersebut. Sejarawan seperti Ibnu Ishaq dan al-Tabari mencatat bahwa Hijrah adalah momentum yang merubah peta perjuangan umat Islam secara signifikan. Pada akhirnya, setelah melalui berbagai diskusi dan pertimbangan, Khalifah Umar bin Khattab menetapkan tahun Hijrah sebagai tahun pertama dalam kalender Islam, yang kini kita kenal sebagai 1 Muharam.




