Alaku

Penjualan LKS dan Buku Dilarang Pemkot Bengkulu

Penjualan LKS dan Buku Dilarang Pemkot Bengkulu / foto istimewa
Daftar Isi: [Sembunyikan] [Tampilkan]

Kebijakan ini sejalan dengan langkah Gubernur Helmi Hasan yang sebelumnya juga telah menghapus biaya ambulans di RSUD M. Yunus serta melarang praktik penjualan LKS di sekolah-sekolah Bengkulu.

Layanan Ambulans Gratis Tetap Berjalan

Selain menindaklanjuti kebijakan pendidikan, Dedy Wahyudi juga memastikan bahwa program ambulans gratis di Kota Bengkulu tetap berjalan.

Program ini sebenarnya telah diinisiasi sejak kepemimpinan Dedy Wahyudi dan Helmi Hasan sebelumnya dan kini semakin diperkuat. Saat ini, Pemkot Bengkulu memiliki 44 unit ambulans gratis yang tersebar di berbagai lokasi, termasuk rumah sakit, kecamatan, serta berbagai lembaga di Kota Bengkulu.

Menariknya, layanan ambulans ini tidak hanya melayani warga Kota Bengkulu, tetapi juga menjangkau pasien hingga ke Jawa Timur, Padang, dan Palembang.

“Alhamdulillah, ambulans gratis ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam melayani masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Harapannya, tak ada lagi warga yang kesulitan mendapatkan layanan ambulans saat keadaan darurat,” tutur Dedy Wahyudi.

1 2 3

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan