Alaku

Pemprov Bengkulu Dorong Baznas Microfinance Desa Perluas Akses Modal UMKM

peresmian Kantor BMD Provinsi Bengkulu di Jalan Timur Indah, Kota Bengkulu, Jumat (13/2)(foto:anto)

Bengkulu – Akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro di Bengkulu diperkuat melalui kehadiran Baznas Microfinance Desa (BMD), yang dinilai mampu menjadi solusi atas keterbatasan modal masyarakat kecil. Pemerintah Provinsi Bengkulu menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan program tersebut agar menjangkau lebih banyak wilayah.

Komitmen itu disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni saat menghadiri peresmian Kantor BMD Provinsi Bengkulu di Jalan Timur Indah, Kota Bengkulu, Jumat (13/2). Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Badan Amil Zakat Nasional RI Noor Achmad serta Ketua Baznas Provinsi Bengkulu Romli bin Ronan.

Herwan menilai program BMD menyasar langsung persoalan ekonomi masyarakat kecil, mulai dari pedagang, petani hingga pelaku usaha rumahan yang selama ini kesulitan memperoleh akses pembiayaan formal.

“BMD adalah bentuk pengelolaan zakat yang produktif. Kami menginstruksikan agar program ini dikawal dan diperluas ke seluruh kabupaten dan kota,” ujarnya.

Sementara itu, Noor Achmad menjelaskan secara nasional baru terdapat sekitar 33 unit BMD, mengingat kebutuhan permodalan yang relatif besar. Setiap unit BMD memperoleh suntikan modal awal sebesar Rp1 miliar, dengan skema pembiayaan kepada pelaku usaha rata-rata Rp3 juta tanpa bunga.

Pembiayaan tersebut menggunakan konsep Qardhul Hasan, yakni pinjaman tanpa tambahan biaya. Skema ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan produktif.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alaku

Iklan