10 Mar 2026 20:39 - 2 menit membaca

Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Belum Naik Jelang Lebaran

Bagikan

JakartaPemerintah memastikan harga BBM subsidi belum akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat meskipun harga minyak mentah dunia mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir.

Informasi tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menilai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih cukup kuat untuk menahan tekanan dari fluktuasi harga minyak global.

Purbaya menjelaskan bahwa asumsi harga minyak dalam APBN saat ini masih berada pada kisaran US$ 70 per barel. Kenaikan harga yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dinilai belum cukup signifikan untuk mengubah perhitungan anggaran pemerintah.

“Kita masih aman masih kuat. Ini kan naiknya baru beberapa hari, kita kan setahun penuh, asumsi 70. Baru berapa hari aja ini kan, belum cukup untuk ubah-ubah anggaran kita,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026), seperti dikutip dari Detik.

Alaku

Pada kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah juga telah melakukan pembahasan bersama Menteri Keuangan terkait kondisi BBM subsidi.

Ia menyebutkan bahwa hingga mendekati Hari Raya Lebaran, pemerintah belum memiliki rencana untuk menaikkan harga BBM yang mendapatkan subsidi dari negara.

“Saya dapat memastikan untuk menyangkut subsidi BBM sampai dengan hari raya Insyaallah tidak ada kenaikan apa-apa. Jadi negara hadir untuk memastikan bahwa sekalipun ada kenaikan harga minyak mentah dunia, tapi untuk subsidi tetap sama, tidak ada kenaikan harga, untuk minyak subsidi ya,” terang Bahlil.

Selain itu, Bahlil juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan atau panic buying. Pemerintah memastikan pasokan BBM subsidi tetap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa cadangan BBM nasional saat ini berada pada kisaran 21 hingga 25 hari. Stok tersebut, kata dia, terus diperbarui secara berkala sehingga distribusi bahan bakar tetap berjalan normal.

“Saya menyarankan dan meminta tidak perlu ada panic buying karena memang stok BBM kita cukup, jadi yang dimaksud dengan 21 hari sampai 25 hari itu adalah storage kita, tapi itu kan dia pergi dan dateng lagi. Industri kita jalan terus,” beber Bahlil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *