Wawali Bengkulu: Perwal Jaminan Sosial Hadir Lindungi Hak Pekerja
Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing saat membuk sosialisasi Peraturan Wali Kota (Perwal) Bengkulu Nomor 16 Tahun 2024 di Ruang Hidayah III, Kantor Wali Kota Bengkulu, Bentiring, Rabu (10/9/25) (foto: Awang Konaevi/repoeblik.com)

Wawali Ronny Perkuat Strategi Turunkan Stunting, Intervensi Gizi Diperluas 2026

Diposting pada
Editor: Mahmud Yunus

Bengkulu – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bengkulu di bawah komando Wakil Wali Kota Ronny P.L Tobing mulai memperkuat langkah strategis untuk menekan angka stunting melalui intervensi terukur hingga 2026.

Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), pemerintah kota telah menyusun peta jalan yang difokuskan pada penguatan data, kolaborasi lapangan, serta intervensi gizi terpadu.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DP3AP2KB Kota Bengkulu, Yeni Fetrianingsih, mengatakan langkah awal dilakukan sejak 2025 dengan memperbaiki basis data keluarga berisiko stunting.

“Kami mengawali dengan pendataan keluarga berisiko stunting dan Rembug Stunting tingkat kota. Selain itu, koordinasi diperkuat melalui minilokakarya di kecamatan agar intervensi tepat sasaran,” ujarnya.

Selain itu, TPPS juga menggencarkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) serta melakukan verifikasi dan validasi data anak stunting di seluruh wilayah.

Kerja sama dengan berbagai pihak turut diperluas untuk memastikan bantuan dapat langsung menjangkau keluarga yang membutuhkan.

Memasuki 2026, pengawasan program akan diperketat melalui rapat koordinasi rutin bersama seluruh camat di Kota Bengkulu.

Langkah ini bertujuan memastikan distribusi bantuan dari mitra berjalan efektif dan tepat sasaran, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan intervensi gizi.

Salah satu program yang akan diperluas adalah MBG 3B, yang akan dijadikan percontohan intervensi gizi terpadu di sejumlah kelurahan.

“Upaya ini adalah komitmen jangka panjang Pemerintah Kota Bengkulu untuk memastikan generasi masa depan tumbuh sehat dan bebas stunting,” kata Yeni.

Dengan penguatan strategi berbasis data dan kolaborasi lintas sektor, Pemkot Bengkulu optimistis upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif dalam beberapa tahun ke depan.

Gambar Gravatar
Wartawan media online yang aktif meliput berbagai peristiwa di daerah, mulai dari isu sosial, pemerintahan lokal, hingga perkembangan terbaru yang relevan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *