Sri Mulyani juga menyatakan komitmennya untuk terus berupaya memperbaiki manajemen aset negara guna memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kemajuan negara. Evaluasi ini merupakan langkah awal dalam mengidentifikasi aset-aset yang tidak optimal dalam penggunaannya dan mendorong perbaikan yang dibutuhkan.
enteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono membeberkan beragam tantangan dalam pengelolaan aset negara dalam sebuah acara resmi. Basuki Hadimuljono yang akrab disapa “Pak Bas” oleh masyarakat dan kolega sejawatnya, mengungkapkan permasalahan yang dihadapi di bidang PUPR dalam sebuah pidato di acara tersebut.
“PUPR paling banyak ya, Pak Bas sudah PUPR lama, dari Irjen. Ada yang pager tiba-tiba hilang, ada jalan tiba-tiba nggak ada, waktu kita melakukan identifikasi valuasi. Ini sangat berguna untuk inventaris menilainya secara benar,” kata Menteri Basuki Hadimuljono.
Menteri PUPR tersebut menyoroti masalah seringnya aset-aset PUPR, termasuk pagar dan jalan, yang secara tiba-tiba hilang atau rusak tanpa penjelasan yang jelas. Hal ini mengindikasikan perluasan identifikasi dan valuasi aset negara untuk memastikan pengelolaannya yang benar dan optimal.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang juga hadir dalam acara tersebut, menekankan bahwa penerimaan negara tidak hanya berasal dari instrumen pajak, tetapi juga dari optimalisasi aset negara. Sri Mulyani menegaskan bahwa aset negara yang dimanfaatkan dengan baik memiliki potensi besar untuk memberikan nilai tambah bagi negara, terutama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.





