Scroll untuk baca artikel
Alaku
Alaku
Alaku
Literasi & Opini

Makna Qurban, Dari Musholla Kecil hingga Keteladanan Nabi Ibrahim

×

Makna Qurban, Dari Musholla Kecil hingga Keteladanan Nabi Ibrahim

Sebarkan artikel ini
Makna Qurban, Dari Musholla Kecil hingga Keteladanan Nabi Ibrahim
Makna Qurban, Dari Musholla Kecil hingga Keteladanan Nabi Ibrahim Sudut Pandang Okta / foto ilustrasi/ dok istimewa

Sudut Pandang Okta 

SEMALAM saya menghadiri undangan di sebuah musholla di Kota Bengkulu. Undangan itu bukan sekadar ajakan biasa, melainkan permintaan untuk turut menjadi panitia pelaksana qurban tahun ini. Musholla tersebut mendapat kepercayaan dari jamaah untuk menyembelih sebanyak 11 ekor sapi. Angka yang cukup besar, mengingat beberapa tahun lalu hanya 9 sapi. Kenaikan ini bukan hanya statistik, tapi mencerminkan bertumbuhnya kesadaran dan kepedulian sosial warga sekitar.

Pelaksanaan qurban memang masih beberapa hari lagi, namun suasana malam itu sudah terasa hangat oleh semangat kebersamaan. Di antara diskusi pembagian tugas dan logistik, saya teringat pesan seorang ustadz saat saya masih di asrama dulu. Beliau sering mengingatkan, “Sampaikanlah walau satu ayat.” Sebuah kalimat yang melekat hingga kini.

Baca Juga:  Terima kasih Rs Dr. Sobirin Kabupaten Musi Rawas

Maka pada momen Iduladha kali ini, izinkan saya menyelipkan satu ayat yang sangat menyentuh hati, khususnya dalam konteks qurban:

Tidaklah daging-daging dan darah-darah itu sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian…”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *